Oct 23 2008

“Ya, Ya… Nanti Disampaikan ke Reserse”

TERDORONG rasa waswas oleh bunyi petasan di sekitar rumah, 30 September lalu pada pukul 16.30 WIB dan 19.10 WIB saya telefon kantor Polsekta Sukasari, Polresta Bandung Barat. Maksud saya ingin dibantu oleh polisi untuk menghentikan penyulut-penyulut petasan itu agar tidak mengganggu tetangga serta keheningan malam takbiran, dan lebih fatal akan bahaya kebakaran. Jawaban petugas (piket) yang pertama, “Ya… ya… ya….” Saya tanya, “Ya… ya… ya… apa, Pak? Ya, mau patroli?” (langsung saja saya tanyakan tentang apa yang saya harapkan, sambil menyebutkan nama dan alamat saya). Lagi-lagi dia menjawab, “Ya… ya… mau patroli. Apalagi ini malam takbiran.” Dengan harapan besar saya balas, “Terima kasih, saya tunggu di RT saya.”

Adapun tanggapan pada kontak yang kedua (pukul 19.10 WIB, setelah saya utarakan bunyi letusan petasan yang menjadi-jadi dan harapan saya, saat saya tanya nama petugas piket itu (namanya G), lantas dia menjawab, “Nanti akan disampaikan kepada (bagian) reserse.” Saya bertanya dalam hati apa tidak salah, ini kan urusan kamtibmas, bukan urusan kriminal.

Saya tunggu-tunggu sampai pukul 23.00 WIB. Boro-boro patroli, angin pet polisi saja yang menyapu pintu rumah saya tak ada, alias nol besar. Dalam pikiran saya berkecamuk pertanyaan-pertanyaan, beginikah cara kerja polisi? Dari mulai ngomong “ya… ya… ya…” hingga “akan disampaikan ke (bagian) reserse” (?) Mana pertanyaan-pertanyaan yang strategis dari “jati diri” seorang polisi: 1. Nama dan alamat Bapak? 2. Dekatkah bunyi petasan-petasan itu dari rumah Bapak? 3. Setahu Bapak kapan saja bunyi petasan-petasan itu terdengar? (ini menyangkut intensitas untuk menilai gangguan letusan itu yang sudah keterlaluan), dll. Pertanyaan untuk mendapat jawaban untuk diolah dalam menyusun taktis dan strategis bila terjun ke lapangan. Saya kecewa. Agaknya skenario harapan saya terlalu sulit alias tidak nyambung dengan (petugas piket) di pos polisi itu.

Sebetulnya sehari sebelumnya saya juga telah menghubungi petugas khusus (untuk pengendalian dari ingar-bingarnya bunyi petasan yang disulut warga) di RW kami RW 10 Kelurahan Pasteur yakni Kapten Pol. DK. Akan tetapi, hingga 5 kali HP petugas itu, yang diberikan ketua RW, kami (saya dan anak saya) hubungi, tak sekali pun dijawab (nonaktif).

Menanggapi cara kerja polisi seperti itu, saya teringat kepada tulisan Kapolda Jabar Bapak Irjen Susno Duadji di harian ini dalam menyambut bulan suci Ramadan lalu. Tulisan itu pada intinya mengungkapkan keinginan Kapolda untuk mendapatkan petugas (kepolisian) yang al amin (predikat Rasulullah saw., artinya orang (figur) yanga dapat dipercaya). Pantaslah Kapoldanya sendiri yang membawahi, memanajemen ribuan personelnya di seluruh Jabar mengungkapkan keinginan seperti itu. Cetusan hati itu sekaligus mencerminkan kejujuran tentang kekurangan (baca: kelemahan) yang ada di tubuhnya sendiri. Tiga personel yang saya temui seperti di atas sudah mewakili kenyataan itu. Mulai dari petugas yang menyambut dengan “Ya… ya… ya…”, lalu yang akan meneruskan keluhan masyarakat kepada yang bukan bidangnya sampai kepada perwira yang seharusnya “stand by”, malah HP-nya tak bisa dihubungi, mencerminkan kelemahan itu. Padahal masyarakat membutuhkan polisi yang cerdas dan punya kepedulian. Oleh karena itu, melalui Bapak Kapolda saya usulkan kepada Bapak Kapolri, saat penerimaan anggota baru agar para pelamar dites IQ (intelligence quotient)/dalam hubungannya dengan kecerdasan serta EQ (emotional quotient)/dalam hubungannya dengan kepedulian dan (rasa tanggung jawab moral).

Terima kasih kepada “PR” yang telah sudi memuat tulisan ini.

F. Suratman
Jln. Sederhana III/171F
Bandung 40161

[ Sumber Pikiran Rakyat ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Alexandera Gottardo Diperiksa Polisi
Tuduhan pelecehan seksual terhadap Agung Setyawan yang kini diarahkan pada Marcella Zalianty, yang berbuntut pada ditahannya Marcella di Polda Metro Jaya, kini menyeret nama artis dan model Alexandra Gottardo.
Thu, 08 Jan 2009 23:21:00 +0700

Agung Setyawan Dilaporkan Warga Negara Korea
Pelaporan Marcella Zalianty yang merasa ditipu oleh Agung Setyawan untuk merenovasi interior kantornya yang terletak di pertokoan Cikini beberapa waktu lalu, berbuntut dengan ditetapkannya Agung sebagai tersangka dalam kasus penipuan.
Thu, 08 Jan 2009 23:10:00 +0700

Winky Wiryawan Pisah Rumah?
Rumah tangga bintang akting Winky Wiryawan dikabarkan tengah menghadapi guncangan. Istrinya, Asmara Siswandari atau Kenes, yang dinikahinya pada Oktober 2004 itu konon memilih pisah rumah, lantaran muncul orang ketiga dalam kehidupan aktor film GARA-GARA BOLA itu.
Thu, 08 Jan 2009 22:35:00 +0700

Slank Terima Anugerah 'Reform Award' dari BEM
Grup musik Slank mendapatkan anugerah kehormatan Reform Award dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek atas peran aktifnya ikut mensosialisasikan pemberantasan korupsi.
Thu, 08 Jan 2009 22:15:00 +0700