Waspadai Lowongan Kerja di Iklan Media Cetak
- Isi Komentar
Banyak lowongan tenaga kerja pada iklan di media cetak yang
pemasangnya bukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, melainkan
sebuah biro yang sering menyebut diri sebagai mitra kerja. Inilah
pengalaman saya ditipu oleh dua perusahaan berbeda nama di iklan,
tetapi sebetulnya satu biro penyaluran tenaga kerja.
Saat datang
untuk wawancara, saya diterima oleh staf PSDM biro tersebut yang
berjanji akan membantu menyalurkan saya pada perusahaan yang
membutuhkan. Pada kesempatan lain, di tempat yang sama dengan biro
pertama, oleh PT GPK—nama perusahaan itu—saya diterima dan diwawancarai
oleh laki-laki bernama Eko, yang menjanjikan akan menyalurkan saya ke
sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga keamanan. Saya tidak
memiliki sertifikat dari polisi, tetapi punya pengalaman kerja. Kata
Eko, itu tidak masalah karena mereka bekerja sama dengan sebuah
perusahaan dan ia bisa membantu ditempatkan untuk posisi lain.
Yakin
akan janjinya, saya membayar uang administrasi sebesar Rp 200.000 dan
menandatangani surat perjanjian yang isinya sangat memberatkan pelamar.
Dari awal saja sudah tidak benar. Saat wawancara disebutkan, jika
pelamar diterima, ia dikenai biaya manajemen sebesar Rp 250.000; tetapi
pada saat menandatangani kontrak berubah menjadi Rp 300.000.
Perjanjian
berlaku sampai enam kali pemutusan kontrak kerja. Pelamar tidak bisa
membatalkan kontrak kerja dan tidak bisa mengonfirmasikan lewat
telepon. Saat saya datang menanyakan tempat penyaluran saya, mereka
mengatakan, belum ada posisi yang pas. Padahal, di media cetak setiap
minggu mereka pasang iklan dan mengatakan ada tempat. Yang lebih parah,
ketika saya menghubungi perusahaan yang ditunjuk oleh biro tersebut
dengan membawa surat pengantar, mereka mengatakan, tidak ada hubungan.
Nama perusahaan (biro) di dalam iklan bisa berbeda dari hari ke hari, tetapi menggunakan alamat yang sama. Itu cirinya.
Asmawati Vila Bekasi Indah I, Tambun, Bekasi
