Trans Bandung vs Angkutan Kota
- Isi Komentar
MENDENGAR berita tentang rencana pengoperasian bus Trans Metro Bandung (TMB) di Kota Bandung akhir-akhir ini, tebersit dalam pikiran saya apakah program transportasi massal ini akan berjalan dengan sukses. Sebab, hingga saat ini sarana infrastruktur yang menunjang operasional TMB belum juga terpenuhi. Padahal, menurut Dinas Perhubungan, soft launching akan dilaksanakan pada akhir Desember 2008. Belum lagi permasalahan dengan pengusaha angkutan kota (angkot) yang trayeknya bersinggungan dengan TMB. Hal ini kemungkinan dapat menimbulkan gelombang penolakan dari pengusaha angkot maupun pengemudi yang merasa terganggu karena penumpang akan semakin berkurang dan itu akan berdampak pada perekonomian mereka.
Menurut saya, daripada mengoperasikan TMB yang infrastrukturnya belum siap, lebih baik Dinas Perhubungan melakukan penataan terhadap transportasi massal yang sudah ada. Misalnya angkot yang selama ini menjadi salah satu biang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dapat ditertibkan dengan disediakan shelter untuk tempat menurunkan dan menaikkan penumpang. Namun, penggunaan infrastruktur angkot tersebut tidak akan berjalan dengan lancar jika mental pengemudi maupun penumpang masih saja sama seperti saat ini.
Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari semua pihak yang berkepentingan terhadap transportasi massal, baik Dinas Pehubungan, pengusaha angkot, pengemudi, maupun penumpang untuk tertib berlalu lintas. Selain itu, diperlukan ketegasan dari aparat mengenai aturan maupun sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar. Jika memang telah terjadi pembelian sejumlah bus untuk dijadikan armada TMB, maka alangkah baiknya apabila armada tersebut dijadikan bus peremajaan bagi bus-bus kota yang sudah tidak layak dan menjadi sumber polusi.
Anita Kusumayati
Jln. Cakradiredja No. 120/18B
RT 03 RW 04 Balonggede
Regol
Bandung
Telf. 0813223350474
[ Sumber : pikiran-rakyat ]

