TMB, Jangan Hanya Coba-coba!
- Isi Komentar
HAMPIR setiap hari saya melewati Jln. Soekarno-Hatta, terutama di ruas jalan antara Metro dan perempatan Buahbatu. Saya amati sudah hampir dua tahun ini, saya melihat tanda dan lajur Trans Metro Bandung di jalan tersebut. Saya bertanya-tanya, apa itu Trans Metro Bandung? Samakah dengan Trans Jakarta yang akrab disebut orang-orang dengan busway itu?
Kalau memang demikian, mengapa tidak ada lajur khusus yang dipisahkan dengan pembatas antara lajur kendaraan umum dan lajur Trans Metro Bandung? Dan, kapan sarana transportasi massal ini akan mulai dioperasikan sebab situasi jalanan di Kota Bandung semakin padat.
Meski demikian, sampai saat ini, saya belum melihat pembuatan halte/selter TMB sebagai tempat pemberhentian dan pemberangkatan yang direncanakan akan dibangun sebanyak 16 selter. Sempat terdengar berita bahwa TMB akan mulai beroperasi pada akhir Desember 2008 ini, tetapi apabila melihat infrastruktur yang belum memadai, yakni selter yang belum siap, jalur TMB yang masih seadanya. Belum lagi, permasalahan dengan sarana transportasi yang sudah ada, seperti angkutan kota, apakah keberadaan TMB sudah dibicarakan dengan Organda sebagai organisasi pelindung komunitas angkutan kota sehingga tidak ada perbedaan persepsi mengenai maksud baik Pemerintah Kota Bandung ini.
Saya berharap apabila TMB akan diluncurkan, perencanaan dan pembangunan infrastruktur harus dipersiapkan dengan baik, termasuk sosialisasi kepada masyarakat baik calon pengguna TMB maupun pengguna jalan yang lain. Hal ini sangat dibutuhkan agar projek TMB tidak menjadi projek yang setengah-setengah atau menjadi projek uji coba dan coba-coba saja, yang hanya berjalan dalam kurun waktu tertentu, lalu hilang begitu saja.
Yovia Tri Katarina
Jln. Jupiter Barat III Blok OII No. 29
Margahayu Raya Bandung
Telf. 081573284517
[ Sumber : pikiran-rakyat ]

