Tiket Transjakarta untuk Anak Jadi Masalah
- Isi Komentar
Baru sekitar dua bulan terakhir ini saya menggunakan bus transjakarta, tetapi kecewa dengan pelayanan yang diberikan dan ternyata tidak ubahnya saya naik metromini. Saya mengantar anak berumur lima tahun ke sekolah menggunakan transjakarta dari Ragunan, Jakarta Selatan, ke arah halte Soemantri Bojonegoro, Jakarta Selatan. Petugas tiket menjelaskan, tidak perlu bayar tiket untuk anak berusia di bawah enam tahun.
Sebelumnya tidak ada masalah, tetapi baru-baru ini saya ditegur petugas (Saudari NA) yang mengatakan bahwa anak harus dipangku sebab kalau tidak, harus bayar tiket. Kalau peraturannya seperti itu, saya tidak keberatan membayar, tetapi petugas itu tidak punya nurani karena anak saya lumayan besar tubuhnya dan saya juga membawa dua ransel besar masih menyuruh anak saya dipangku. Saya sangat dipermalukan. Saya melapor ke bagian pengaduan, tetapi tidak ditanggapi dan tidak dihubungi, padahal sudah meminta nomor telepon saya.
Keesokan harinya saya selalu membeli dua tiket. Pada tanggal 25 Mei 2008 sekitar pukul 08.40 saya ditegur dengan petugas yang sama dengan berteriak, ”Harus memangku kalau tidak bayar.” Pada tanggal 26 Mei 2008, saya komplain dengan petugas yang ada di bagian tiket mengeluhkan masalah ini dan ia menerima keluhan saya. Saya diantar ke bus transjakarta, tetapi baru duduk didatangi petugas yang salah seorang bernama Khairul berteriak, ”Anak harus duduk.”
Sementara seorang petugas di luar pintu sopir berteriak menimpali bahwa saya harus memangku anak. Padahal, mereka melihat saya sudah repot dengan dua tas ransel besar dan anak saya yang bertubuh gemuk dan besar. Saya sangat dipermalukan, padahal saya sudah membeli dua tiket. Semua penumpang menertawakan dengan kelakuan petugas itu. Bus transjakarta bukan metromini dan petugas bukan kondektur metromini. Apakah mereka diambil dari jalanan?
CHRISTIN NATALINA Jalan Lembah Nyiur VIII, Pondok Kelapa, Jakarta
