Tas Penumpang Dijambret di Dalam Kereta Eksekutif
- Isi Komentar
Pada hari Rabu, 19 Maret 2008, saya pulang ke Mojokerto, Jawa Timur, untuk menengok orangtua. Saya naik kereta api Eksekutif Bima dari Stasiun Gambir, Jakarta, dan berada di gerbong dua (kursi nomor 13 D) dekat toilet dan pintu keluar penumpang. Ketika masuk kereta, lorong tempat duduk penumpang basah. Tidak jelas apa karena banjir atau selesai dibersihkan.
Pintu kereta yang seharusnya otomatis juga sudah banyak yang rusak, susah ditutup. Cukup banyak penumpang yang duduk di lantai karena tidak memiliki karcis, dan langsung membayar di atas kereta kepada petugas. Pemberangkatan kereta ditunda 30 menit, yang seharusnya berangkat pukul 17.00 WIB menjadi pukul 17.30 WIB. Petugas mengecek tiket didampingi petugas satpam, bukan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).
Sampai di Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB, dan setelah itu menuju Surabaya. Ketika akan tidur, tas jinjing saya dijambret orang tak dikenal. Saya kejar sambil berteriak, ”Maling. maling.” Namun, tak seorang pun petugas keamanan datang. Tas yang dijambret selain berisi obat yang sangat diperlukan oleh ibu saya, juga barang-barang yang cukup besar nilainya, antara lain hand phone, perhiasan, uang, tiket kereta untuk balik ke Jakarta, kartu ATM, dan kartu kredit.
Beberapa saat setelah maling menghilang—entah lompat dari kereta atau masih di gerbong kereta—dan ketika saya masih kaget, datang seorang kondektur Bapak P Agus dan anggota satpam yang menanyai saya. Sementara itu Polsuska tidak ada di tempat. Dalam perjalanan menuju Mojokerto, sekitar empat jam saya diam, sedih, sakit hati, trauma, dan takut. Sampai saat ini perasaan takut dan trauma masih ada.
Kereta api sebagai alat transportasi yang sudah menjalankan bisnisnya sedemikian lama seharusnya dapat memberikan kenyamanan kepada para penumpang. Kepada yang akan menggunakan transportasi kereta api agar berpikir berkali-kali. Masih banyak transportasi yang dapat memberikan keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan. Mohon penjelasan yang berwenang, mengapa ada penjambret di dalam kereta eksekutif?
SULISTYOWATI RAHAYU Jalan Mahkota Onix RT 05 RW 02, Babakan Madang, Bogor
