Apr 16 2008

Tas Penumpang Dijambret di Dalam Kereta Eksekutif

Pada hari Rabu, 19 Maret 2008, saya pulang ke Mojokerto, Jawa Timur, untuk menengok orangtua. Saya naik kereta api Eksekutif Bima dari Stasiun Gambir, Jakarta, dan berada di gerbong dua (kursi nomor 13 D) dekat toilet dan pintu keluar penumpang. Ketika masuk kereta, lorong tempat duduk penumpang basah. Tidak jelas apa karena banjir atau selesai dibersihkan.
Pintu kereta yang seharusnya otomatis juga sudah banyak yang rusak, susah ditutup. Cukup banyak penumpang yang duduk di lantai karena tidak memiliki karcis, dan langsung membayar di atas kereta kepada petugas. Pemberangkatan kereta ditunda 30 menit, yang seharusnya berangkat pukul 17.00 WIB menjadi pukul 17.30 WIB. Petugas mengecek tiket didampingi petugas satpam, bukan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

Sampai di Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB, dan setelah itu menuju Surabaya. Ketika akan tidur, tas jinjing saya dijambret orang tak dikenal. Saya kejar sambil berteriak, ”Maling. maling.” Namun, tak seorang pun petugas keamanan datang. Tas yang dijambret selain berisi obat yang sangat diperlukan oleh ibu saya, juga barang-barang yang cukup besar nilainya, antara lain hand phone, perhiasan, uang, tiket kereta untuk balik ke Jakarta, kartu ATM, dan kartu kredit.

Beberapa saat setelah maling menghilang—entah lompat dari kereta atau masih di gerbong kereta—dan ketika saya masih kaget, datang seorang kondektur Bapak P Agus dan anggota satpam yang menanyai saya. Sementara itu Polsuska tidak ada di tempat. Dalam perjalanan menuju Mojokerto, sekitar empat jam saya diam, sedih, sakit hati, trauma, dan takut. Sampai saat ini perasaan takut dan trauma masih ada.

Kereta api sebagai alat transportasi yang sudah menjalankan bisnisnya sedemikian lama seharusnya dapat memberikan kenyamanan kepada para penumpang. Kepada yang akan menggunakan transportasi kereta api agar berpikir berkali-kali. Masih banyak transportasi yang dapat memberikan keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan. Mohon penjelasan yang berwenang, mengapa ada penjambret di dalam kereta eksekutif?

SULISTYOWATI RAHAYU Jalan Mahkota Onix RT 05 RW 02, Babakan Madang, Bogor

TAGS:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Alexandera Gottardo Diperiksa Polisi
Tuduhan pelecehan seksual terhadap Agung Setyawan yang kini diarahkan pada Marcella Zalianty, yang berbuntut pada ditahannya Marcella di Polda Metro Jaya, kini menyeret nama artis dan model Alexandra Gottardo.
Thu, 08 Jan 2009 23:21:00 +0700

Agung Setyawan Dilaporkan Warga Negara Korea
Pelaporan Marcella Zalianty yang merasa ditipu oleh Agung Setyawan untuk merenovasi interior kantornya yang terletak di pertokoan Cikini beberapa waktu lalu, berbuntut dengan ditetapkannya Agung sebagai tersangka dalam kasus penipuan.
Thu, 08 Jan 2009 23:10:00 +0700

Winky Wiryawan Pisah Rumah?
Rumah tangga bintang akting Winky Wiryawan dikabarkan tengah menghadapi guncangan. Istrinya, Asmara Siswandari atau Kenes, yang dinikahinya pada Oktober 2004 itu konon memilih pisah rumah, lantaran muncul orang ketiga dalam kehidupan aktor film GARA-GARA BOLA itu.
Thu, 08 Jan 2009 22:35:00 +0700

Slank Terima Anugerah 'Reform Award' dari BEM
Grup musik Slank mendapatkan anugerah kehormatan Reform Award dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek atas peran aktifnya ikut mensosialisasikan pemberantasan korupsi.
Thu, 08 Jan 2009 22:15:00 +0700