Tanaman di Bawah Jembatan Layang Telantar
- Isi Komentar
Badan jalan di sepanjang jembatan layang Roxy, Jakarta Pusat, yang baru-baru ini dioperasikan ternyata dipakai untuk parkir ilegal, dan para petugas parkir yang mirip preman itu memakai seragam resmi. Mereka tidak hanya mengutip uang parkir kendaraan bermotor, tapi juga melakukan pungli kepada pengemudi kendaraan bermotor yang ingin berputar arah. Para preman tersebut sudah siap mencegat menadahkan tangan meminta uang.
Bukan itu saja, ternyata tanaman yang ditanam di bawah jembatan layang yang merupakan proyek Pemprov DKI Jakarta yang mungkin dimaksudkan agar tidak ditempati orang untuk berdagang atau tempat tinggal malah telantar/tidak diurus. Tidak ada yang menyirami dan menjaga. Saat ini tanaman yang pasti menelan biaya tinggi itu banyak yang mati. Para pejalan kaki sering menerobos dan menginjak seenaknya.
Pengelola tidak serius menangani proyek ini. Atau memang tanaman itu hanya untuk proyek memperbesar uang yang bisa dikorupsi? Sekarang ini sudah ada beberapa pedagang kaki lima yang menempati kolong-kolong jembatan. Kalau tidak diatur, bukan tidak mungkin akan melahirkan potensi sebagai daerah rawan kriminal.
Selain itu, dikhawatirkan para pedagang menganggap bahwa mereka diizinkan pemerintah setempat untuk memakai lahan itu. Apalagi ditambah dengan pendirian RT/RW serta pungutan sejumlah uang, yang entah liar atau resmi. Ironisnya, ada dua pos polisi terdekat yang mengapit daerah itu, yakni Pos Polisi Roxy di dekat Jalan Biak dan Pos Polisi Tomang dekat RS Sumber Waras. Namun, para petugas polisi di kedua pos itu hanya berpangku tangan, dan kemacetan lalu lintas dibiarkan.
Roy Thaniago Jalan KH Moh Mansyur, Tambora, Jakarta Barat
