Sudah Miskin, Boros Lagi
- Isi Komentar
ADA satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran suatu bangsa, yaitu berapa persentase rakyatnya yang menabung (saving). Semakin tinggi penabung, berarti makmur.
Untuk Indonesia? Wah… “hare gene” kok bisa menabung? Realitasnya adalah rakyat kita sangat boros! Buktinya, tolong diteliti berapa triliun uang dihabiskan hanya untuk kampanye dan pemilu, untuk merokok, untuk kirim SMS “REG spasi”, macam-macam kuis, untuk sidang peradilan yang berlarut-larut, untuk mensponsori demo, dll.
Lebih celaka lagi kalau miskin itu dijadikan pembenaran untuk “melelang” harta pusaka negara. Makin tamatlah riwayat kita.
Jalan keluarnya adalah kita hidupkan kembali petuah dan budaya teladan masa lalu, seperti hemat pangkal kaya, rik rik gemi, pemboros itu tangannya setan dan kalau perlu puasa Senin Kamis untuk menekan hawa nafsu.
Tak perlu teori ekonomi muluk-muluk untuk keluar dari krisis dan memerangi kemiskinan karena toh Indonesia sudah kaya di segala bidang.
Masalahnya adalah kita pede tidak untuk jadi negara kaya?
Para orang tua dan guru, tolong siapkan mental anak-anak Indonesia untuk menjadi penerus bangsa bermental kaya. Jauhkan dari judi, primbon, aneka kuis, dan pornografi. Itu semua… racun…! Racun…!
Anis Helmi
Jln. Laswi Blk. 87 A
Baleendah
Kab. Bandung
HP 081809426255
[ Sumber : pikiran-rakyat ]

