Sistem Pengaman Tempat Rekreasi Umum Sangat Minim
- Isi Komentar
Pada hari Kamis, 6 Maret 2008, saya mengantar seorang siswa TK B salah satu TK di Tangerang, Banten, untuk melakukan peragaan manasik haji di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan dilanjutkan dengan rekreasi bersama ke Gelanggang Samudra yang berlokasi di Taman Impian Ancol.
Saya cukup bahagia dapat mendampingi anak menyaksikan pentas singa laut yang cukup menghibur. Namun, perasaan bahagia berubah menjadi kekhawatiran dan ketakutan ketika akan menyaksikan pentas lumba-lumba. Saya sangat kecewa dengan sistem pengamanan yang dilakukan oleh petugas dan tidak memadainya fasilitas pengaman yang tersedia sehingga akhirnya saya menyesal telanjur menuruti keinginan anak saya untuk menyaksikan acara itu.
Kami tiba di depan pintu masuk setengah jam sebelum acara dimulai berdasarkan informasi petugas. Karena kebetulan saya dan rombongan tiba paling awal, otomatis berada di antrean paling depan. Antrean itu lebih tepat disebut kerumunan, bukan antrean karena tidak ada pembatas sama sekali. Pada saat menunggu kejadian yang sangat tidak diharapkan terjadi. Ternyata di belakang saya telah berkumpul begitu banyak orang sehingga akhirnya bersama pengunjung lain yang berada pada barisan paling depan terdesak ke muka. Hampir setengah jam saya bertahan pada posisi yang sulit dengan punggung terdorong ke depan, dan ini demi melindungi anak dan pengasuh anak agar tidak jatuh.
Perjuangan itu semakin berat ketika pengunjung yang telah selesai menyaksikan atraksi keluar. Kami harus menunggu satu per satu pengunjung keluar karena pintu keluar mereka adalah pintu masuk bagi saya. Pada saat pengunjung terakhir keluar, kerumunan yang ada di belakang sudah tidak sabar mendesak maju sehingga saya yang berada paling depan terdorong, terjepit, dan nyaris jatuh terinjak.
Suara jerit dan tangis anak-anak yang pada waktu itu banyak anak balita terdengar di mana-mana. Petugas yang berjumlah tiga orang tidak mampu mengatasi keadaan, bahkan satu petugas perempuan ikut menjadi korban terjepit pengunjung. Saya tidak mengerti dengan perubahan pengaturan pintu masuk yang dilakukan oleh pengelola. Mengapa antrean tidak menggunakan sistem pembatas dengan pagar?
Sali Susiana Duta Bintaro F 15, Pinang, Tangerang
