Sistem KPR BII Rapuh
- Isi Komentar
Bulan November 2007, saya telah melunasi seluruh cicilan kredit
pemilikan rumah (KPR) di BII. Namun, ada hal yang ganjil dan sangat
mengecewakan, yaitu pada Februari 2007 dan November 2007 saya didebet
lebih besar sekitar Rp 1,6 juta dari jumlah yang seharusnya, padahal
cicilan normal Rp 4.121.000 per bulan.
Saya sudah menghubungi
Pusat KPR BII di Mangga Dua, Jakarta, meski sering kali telepon sulit
masuk dan begitu masuk hanya dijawab oleh mesin: ”Petugas sedang
sibuk”. Dijelaskan oleh Saudara Wisnu dari Pusat KPR BII bahwa itu
memang akibat kesalahan sistem.
Kekurangan Rp 1,6 juta
diakibatkan kesalahan sistem kurang mendebet cicilan pokok selama kurun
waktu Oktober 2005 hingga Januari 2007 sehingga jika diakumulasikan
terjadi kekurangan pendebetan angsuran selama periode itu sebesar Rp
1.579.359.
Meskipun ada penjelasan tertulis dari pihak KPR BII
melalui suratnya tanggal 19 Januari 2007, saya merasa tidak puas dan
menuntut BII untuk mengembalikan uang tersebut mengingat kejadian ini
sudah dua kali terulang selama periode KPR berlangsung.
Sungguh
disesalkan bahwa bank sebesar dan sekelas BII mempunyai sistem
perbankan yang begitu rapuh sehingga nasabah yang pada akhirnya harus
menanggung kesalahan sistem tersebut.
Daniel Wibowo BSD C1/3 Sektor III, Serpong, Tangerang
