Sikap Tak Simpatik Pramugari Lion
- 7 Komentar

Saya penumpang Lion Air tujuan Yogyakarta-Jakarta (JT 553) tanggal 27 November 2009. Teman saya mengalami kesulitan menaikkan koper berukuran kecil ke atas kabin karena barang- barang yang sudah ada lebih dulu berantakan. Kemudian saya meminta bantuan pramugari agar secara bersama-sama mengatur letak koper. Namun, pramugari hanya diam dan akhirnya salah seorang penumpang membantu.
Setelah itu, saya mengangkat tas bawaan dan mengarahkan untuk dimasukkan ke kabin. Namun, pramugari tersebut langsung menutup kabin. Padahal, masih ada ruang untuk meletakkan barang. Saya jelaskan bahwa saya ingin memasukkan barang, dan pramugari itu membuka kembali kabin dengan raut wajah tak bersahabat.
Setelah itu, saya dan teman duduk sambil memasang sabuk keselamatan. Teman saya berkata, ia heran mengapa pramugari tidak mau membantu. Kami terkejut ketika pramugari itu mendatangi kami sambil berkata dengan nada tinggi dan tidak sopan: ”Maaf ya Mbak, saya ini bukan tukang angkut barang.”
Pada saat mendarat, saya mengeluh kepada pimpinan pramugari terhadap tindakan anak buahnya yang berjanji akan menegur. Apakah pihak Lion Air tidak memberikan pendidikan dan pengarahan kepada para pramugari untuk bersikap santun, sopan, dan menghargai para penumpang?
Diamanta Elmira Kemang Pratama Regency Blok J, Rawalumbu, Bekasi
7 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
uchan bilang:
kejadian seperti itu mmg sering terjadi. apalagi pramugari LION AIR. mereka pramugari,but they do act like peragawati. ga ngerti gmana cara perekrutannya..??
January 6th, 2010 di 10:35 am -
neng bilang:
Emang begitu pramugari lion air, suka ga mau bantuin beres2 barang. kalau emang tugasnya bukan ‘tukang angkut barang’, sebaiknya lion air ganti aja pramugari dengan tukang angkat dan beres2 barang di dalam pesawat. setelah urusan barang selesai, baru diganti sama pramugari yang tugasnya nutup/buka pintu, dan peragaan keselamatan doang…
January 27th, 2010 di 2:54 pm -
okepan bilang:
Iya, betul. Beberapa kali saya mengalami seperti itu. Jangankan mengangkat koper, sapaan selamat siang atau selamat pagi pun jarang keluar dari mereka (hanya di pintu depan saja). Ketidaknyamanan bertambah saat penerbangan. Para pramugari sibuk mengobrol, mengganggu. Apakah mengurangi harga tiket, juga berarti mengurangi kenyamanan ? Senyum dan keramahan pramugari rasanya tidak akan menaikkan cost penerbangan.
February 17th, 2010 di 4:41 pm -
Pats bilang:
Saya pernah menyaksikan sendiri , ada penumpang Garuda Indonesia kakek & nenek (berperawakan kecil), dengan seorang wanita muda yang mengendong anak. mereka adalah satu keluarga, dengan susah payah sang kakek memasukan koper nya ke Kabin, tetapi Mbak pramugari hanya nonton saja.. sampai akhirnya ada seorang pramigara yang datang menolong. baru si mbak pura2 mendekat ingin membantu.
Saran saya, bawalah barang dalam ukuran kecil atau mudah diangkat dengan kekuatan sendiri. yng besar silahkan masukan bagasi…
April 5th, 2010 di 4:38 pm -
edy bilang:
Saya sering baca dikoran juga tentang perusahaan ini, dari yang cek in dipersulit, disuruh beli tiket lagi, barang dibagasi hilang dan yang paling gak ramah gak kasih air end…snack sering delay, tapi rasanya belum pernah dengar perusahaan ini menjawab kenapa Yaaa? apa mereka gak bisa baca ? atau baru belajar baca ? atau memang budayanya yang begitu ?? atau sibuk menghitung berapa penumpang yang dirugikan karena cek in dipersulit dan koceknya bertambah ? harap maklum singa kan galak mau menang sendiri, entah dah berapa banyak penumpang dirugikan, makanya klo ada pilihan lain yang satu ini perlu dinomor sekiankan apa begitu ??? aku tanya nihhhhh ? pasti gak dijawab !!!!?
May 13th, 2010 di 10:55 pm -
uci bilang:
w kan pernah ikut perengkrutan tuh di lion air, yah.. setw w sih.. banyak yg ngomongin yg ngerengkrut kan cewek, pendek, gendut pdhl dmn2 penerbangan tuh klo menegkrut pramugari biasany ya mantan paramugari juga jd tw kwalisifikasi calon pramugari tuh gmn. nah, klo lion mah asal si mbak yg pendek, gendut tuh suka asala ja diterima smw.. gitu. lagi pula tahapan2 test di lion tuh g ribet, cepet, make itu.. pramugari ny juga asal terima2 aja. gitu deh..
May 22nd, 2010 di 9:33 pm -
ali bilang:
saya adalah seorang pramugara di salah satu airline Nasional dan terbang sejak 3 tahun lalu. Sewaktu pendidikan, saya diwajibkan untuk selalu tersenyum kepada penumpang. Bagi kami, penumpang adalah nomor 1. Pernah suatu saat saya tidak menyapa penumpang saat boarding, seketika itu juga, purser saya langsung menegur keras agar saya selalu bersikap ramah terhadap penumpang. Adalah kewajiban bagi seorang awak kabin untuk membantu penumpangnya dengan barang bawaan mereka. Sikap awak kabin Lion Air itu sangatlah tidak mencerminkan watak seorang pramugari. Pernah suatu hari saya membaca artikel di sebuah majalah penerbangan tentang perilaku awak kabin yang arogan, Kemungkinan awak kabin sombong tersebut awalnya berasal dari keluarga “middle down” yang kemudian “kaget” dengan dunia air crew yang serba glamour. Pagi ini sarapan di Jakarta, nanti malam dinner di Singapore, menginap di hotel bintang 5, dsb. Seperti kata pepatah jawa “kere munggah bale” alias OKB atau Orang Kaya Baru. Seorang kolega yang bekerja di Lion Air sebagai teknisi pernah bercerita bahwa kelakuan awak kabin mereka memang kurang pantas. Jangankan dengan penumpang, dengan awak darat Mereka pun bersikap angkuh….
August 12th, 2010 di 7:46 pm









