Selamat Bertugas Pak Kapolda
- Isi Komentar
SAYA, orang kampung yang mendapat berita dari TV saja. Senin, 11 Februari 2008, saya berkunjung ke teman lama di Bandung dan karena ia berlangganan koran “PR”, lalu saya membacanya.
Ada yang sangat menarik dalam berita di halaman 4, yang berjudul “Jangan Pernah Setori Saya”, di mana saya baru tahu jika kapolda sudah diganti. Saya tidak mengerti dengan maksud dari judul tersebut karena kalau di kampung paling-paling “silih raosan hasil panen”. Contoh kalau panen kacang panjang terus dibagi ke orang tua, tetangga, istilahnya “ngaraosan”.
Ini katanya, hasil pungli dibagi-bagi sampai ke paling atas. Waah … wah… wah!
Namun, yang akan didahulukan untuk diberantas di awal pelaksanaan tugas beliau adalah membabat para koruptor di wilayah Jawa Barat.
Sungguh, tugas yang sangat mulia. Selanjutnya, waktu mau ke Sumedang turun dari bus kota di Bunderan Cibiru, saya menemukan sesuatu yang aneh membuat penasaran.
Di pinggir jalan itu terdapat leter “S”, para kenek bus dan elf masing-masing agak ke pinggir menawarkan Cirebon, Tasik, atau Sumedang dll. Lalu dari pinggir, ada yang lari menghampiri para kenek di atas mobilnya, kemudian ada sesuatu yang diambil dari tangan kenek tsb. (saya memperkirakan itu adalah uang). Entah berapa puluh mobil yang sudah melakukan hal seperti itu.
Waktu saya melihat ke jongko kosong, ternyata ada polisi sedang duduk, beliau diam saja dan hanya memerhatikan para kenek tersebut. Nah, bagaimana ini Pak Kapolda?
Selamat bertugas Pak Kapolda, semoga genderang perang Bapak memberantas pungli dan korupsi mendapat perlindungan Allah SWT.
Saya yakin Bapak tidak sendirian di Polri yang mempunyai tekad seperti itu karena Bapak akan didukung oleh seluruh rakyat Jawa Barat. Kemudian, jika sukses di Jawa Barat, semoga Bapak menjadi pengganti Bapak Jenderal Susanto. Amin. Terima kasih kepada Redaksi “PR” atas dimuatnya tulisan saya ini.
Amin Burhanudin
Kp. Bunisari Desa Rancasenggang
Kec. Sindangkerta Kab. Bandung
HP 081320064123
