Satu Kursi Dua Tiket di Lion
- Isi Komentar
Awalnya saya membeli tiket Lion Air Jakarta-Jayapura (atas nama Aviyanti sesuai KTP) pada agen PT Bumi Cenderawasih Perkasa (Bucend Tour & Travel) Jayapura untuk keberangkatan tanggal 23 Oktober 2008 pukul 22.35 (pesawat JT 798) dengan harga Rp 1.659.000. Setelah sampai di rumah tiket tersobek pada lembaran untuk boarding dan lembar tiket hilang. Sekitar empat jam sebelum jam keberangkatan saya cek dan saya telah masuk listing keberangkatan di Lion Air Bandara Soekarno-Hatta.
Karena lembar tiket saya hilang, sebelum keberangkatan saya mengurus tiket untuk memperoleh tiket pengganti di Lion Air Bandara Soekarno-Hatta. Saya sempat bersitegang dengan petugas Lion Air karena diharuskan untuk membeli tiket sesuai harga tiket, bukan diberikan pengganti tiket. Meski penerbangan belum dilaksanakan, tetapi petugas Lion Air menganggap bahwa jika lembar tiket tersobek dan hilang dianggap telah terbang dan sepertinya sesama petugas Lion Air telah saling kontak untuk hal ini.
Mendekati jam keberangkatan dan akhirnya saya harus membeli tiket baru dengan tawar-menawar sebesar Rp 1.459.000, di Lion Air Bandara Soekarno-Hatta. Petugas melayani dengan membalik nama pada tiket menjadi Yanti Avi (maksud di balik itu pasti agar tidak sesuai KTP) seakan-akan orang lain (bukan Aviyanti). Jadi, saya harus membeli dua tiket untuk satu kursi. Ini layanan Lion Air terburuk yang saya alami ketika sedang mengalami musibah.
AVIYANTI Jalan Nanas 3 B, Boyolali, Jateng
[ Sumber : kompas ]

