Risiko “Jalma Leutik” di RS Hasan Sadikin
- Isi Komentar
KEJADIAN ini berawal ketika anak saya menderita sakit yang memerlukan perhatian serius dari dokter. Perut anak saya mengalami pembengkakan keras dan penyakit itu dikarenakan ada benjolan dalam ususnya yang menurut dokter di RS Ujungberung Bandung merupakan daging jadi.
Karena merupakan orang yang tidak punya, untuk penanganan penyakit tersebut saya menggunakan kartu Jamkesmas. Prosedur pemeriksaan saya tempuh mulai dari Puskesmas Cipadung kemudian dirujuk ke RS Ujungberung. Berhubung di RS Ujungberung peralatan medisnya tidak lengkap, saya dirujuk ke RS Hasan Sadikin.
Di RS Hasan Sadikin tidak tahu kenapa? Diungkap bahwa ruangannya penuh …lah, itu …lah, dll. Selama 3 hari pasien dibiarkan di luar ruangan dan tidak ditanggapi serius. Pada hari berikutnya baru ada sedikit perhatian, anak saya diperiksa dirontgen, di-USG, dll. dari hasil pemeriksaan tersebut harus dilanjutkan dengan penyinaran laser. Tetapi kok kenapa? untuk pemeriksaan laser ini kami harus menunggu waktu sampai dengan tanggal 10 Februari 2009 sementara penyakitnya harus ditindaklanjuti saat itu juga, mana aturan sebenarnya?
Di sisi lain, menurut 2 dokter yang menanganinya, “Disinar laser bisa cepat dilaksanakan asalkan harus mengeluarkan dulu uang sejumlah Rp 1.400.000,00.” Pemeriksaan sinar laser bisa dilaksanakan 2 hari setelah bayar. Berhubung saya orang kecil, dari pada harus mengeluarkan uang yang besar itu? Akhirnya anak saya dibawa pulang saja dari pada harus menunggu sampai dengan tanggal 10 Februari 2009.
Yang menjadi penasaran dalam benak saya, kok kenapa? RS Hasan Sadikin yang jelas milik pemerintah pandangan terhadap saya selaku orang kecil yang menggunakan kartu Jamkesmas memandangnya sebelah mata, sehingga anak saya boleh disinar laser harus menunggu nanti pada tanggal 10 Februari 2009, tapi kalau membayar Rp 1.400.000,00 anak saya bisa disinar laser cukup hanya menunggu waktu 2 hari saja.
Untuk itu, kepada aparatur pemerintah khususnya Dinas Kesehatan, tolonglah perhatikan orang-orang kecil, jangan hanya melihat orang-orang yang punya duit saja, kami pun sama dengan mereka sebagai manusia, sehingga saya teringat lagu Doel Sumbang “Resikona jalma leutik kacapit unggal usik … ari nempo jalma seuseut dokter sok mariceun beungeut, dasar si …”.
Rusman
Cigagak RT 03 RW 04
Palasari Cibiru
Kota Bandung
Telf. 085722085028
[ Sumber Pikiran Rakyat ]

