Rambu Kereta Api Akan Lewat Tidak Jelas
- Isi Komentar
Kecelakaan di perlintasan jalan kereta api Wonosari, Madiun, Jawa Timur, seperti dilansir Kompas (23/6), memprihatinkan. Saya prihatin karena peristiwa tersebut hanya salah satu di antara kesekian kali kejadian serupa dalam beberapa tahun sebelumnya.
Saudara saya anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Gantiwarno, Klaten, terenggut jiwanya beberapa tahun silam pada malam hari di pelintasan kereta api di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pihak PT (Persero) Kereta Api menyatakan pihaknya kekurangan personel penjaga lintasan kereta api, tetapi sudah memasang rambu-rambu peringatan.
Menurut hemat saya, rambu-rambu yang ada sekarang tidak menunjukkan bahwa akan ada kereta api yang akan lewat, tetapi hanya menunjukkan ada lintasan atau rel kereta api. Terlebih pengendara mobil, sepeda motor, atau kendaraan lain sering terhalang pandangannya oleh pohon atau bangunan rumah dan sebagainya. Demi keselamatan jiwa manusia, PT Kereta Api seharusnya memasang rambu-rambu tambahan di setiap pintu lintasan, terutama yang tidak terjaga kira-kira 15 meter di kanan-kiri rel kereta api.
Rambu-rambu tersebut bisa berupa tulisan seperti boks reklame yang bisa menyala pada malam hari, atau bunyi-bunyian/sirene dipasang di dekat rel atau pintu pengaman yang bisa dihidupkan dari stasiun terdekat jika akan ada kereta yang lewat. Jika para pengendara sudah mendengar atau melihat tanda tersebut dihidupkan, tetapi masih menerjang masuk, berarti mau mengantar nyawa atau memang sudah ajalnya tiba.
DJEMIJO Kompleks Migas 61 Nomor 33, Kelurahan Palmerah, Jakarta
