Polisi, Jangan Pasung Kreativitas Anak Muda!
- Isi Komentar
SAYA adalah orang yang peduli terhadap kreativitas kawula muda. Masa muda adalah masa di saat seseorang dapat mengeksplorasi hal-hal yang ada di dalam dirinya. Pada masa ini, para orang tualah yang berkewajiban memfasilitasi dan mengarahkan semua yang dibutuhkan oleh kawula muda.
Kami ingin menanggapi hal yang dialami oleh siswa-siswi SMUN 8 Solontongan Bandung. Mereka yang telah bersusah payah bekerja selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan event bazar di sekolahnya, harus terpasung kreativitasnya hanya karena pihak kepolisian yang tidak mengeluarkan izin keramaian bagi event tersebut. Yang agak membingungkan, akhirnya izin tersebut dikeluarkan juga, namun dalam waktu yang sangat terlambat untuk sebuah pergelaran yang sudah dirancang sejak lama. Bahkan, izin itu diberikan di saat pihak sekolah sudah membatalkan event tersebut.
Kami berpendapat hal ini merupakan kekhawatiran berlebihan dari pihak kepolisian, berkaitan dengan peristiwa maut yang terjadi pada event yang dilaksanakan di Gedung AACC beberapa waktu lalu. Padahal, sebelum kejadian maut tersebut, sebagian besar siswa-siswi SMA di Bandung sudah sering menyelenggarakan bazar sekolah dengan format serupa dan tidak pernah ada masalah dengan izin keramaian yang kali ini sangat sulit untuk dikeluarkan pihak kepolisian.
Bagi kami kekhawatiran berlebihan pihak kepolisian yang tidak sepantasnya ini mengakibatkan terpasungnya kreativitas anak-anak muda. Yang sebaiknya dilakukan adalah memperbaiki kinerja polisi agar bisa memberikan sistem pengamanan yang tepat untuk penyelenggaraan event seperti itu. Apa jadinya kreativitas anak-anak kita jika kepolisian memiliki trauma berlebihan terhadap tragedi AACC? Apakah kreativitas mereka harus terhenti?
Salut buat siswa-siswi SMU Negeri 8. Lanjutkan terus kreativitas positif kalian!
Tjetje Sudradjat
Jln. Gempol Wetan No. 28
Bandung
