Petugas Stasiun KA Kutoarjo
- Isi Komentar
Tanggal 9 April 2008 saya naik KA Sawunggaling Utama tujuan Kutoarjo-Jakarta. Di loket pemesanan dan papan pengumuman tercantum jam keberangkatan pukul 19.00 dan tiba pukul 02.37. Sekitar pukul 18.30, sesuai petunjuk waktu di Stasiun Kutoarjo, saya keluar dari VIP Room menenteng barang bawaan. Setelah menunggu sekitar 30 menit, kereta belum berangkat. Saat itu hujan amat lebat.
Para penumpang gelisah karena KA sudah ada di jalur empat atau lima dan terlihat gerbong masih gelap. Saat itu datang dan pergi kereta api jenis lain di jalur tiga dan menghalangi penglihatan penumpang pada kereta api Sawunggaling di jalur empat atau lima. Saya dan penumpang lain takut tertinggal kereta api. Sekitar pukul 19.30 saya mendatangi Pemimpin Perjalanan Kereta Api dan bertemu seorang lelaki paruh baya.
Ketika saya bertanya, jam berapa kereta berangkat? Dijelaskan pukul 19.00. Saya kaget dan saya kembali bertanya, sekarang sudah pukul 19.30 mengapa kereta belum juga berangkat? Sambil merokok dia berkata, “Tunggu saja, nanti juga berangkat.” Ketika ditanya kembali, apakah ada masalah? Teman petugas itu muncul dan berkata, “Yang harus dikerjakan banyak bu, isi bahan bakar, mencuci kereta.”
Mengapa petugas tidak mengumumkan keterlambatan pemberangkatan? Petugas itu mulai kesal dan berkata, “Maunya ibu apa?” Saya marah. Begitukah cara petugas Stasiun KA Kutoarjo melayani penumpang? Sama sekali tidak menunjukkan sopan santun dan rasa hormat. Kata-katanya amat tidak profesional. Dengan kecewa, saya pergi meninggalkan ruang Pemimpin Perjalanan Kereta Api itu.
Tri Astuti Jalan Raya Kebon Jeruk Nomor 4, Jakarta Barat
