Perjalanan dengan Kereta Api Malam
- Isi Komentar
Keluarga kami (istri dan dua putri) bermaksud pulang ke Kediri dengan menaiki Kereta Api Gajayana rute Gambir, Jakarta - Malang, Jawa Timur. Tanggal keberangkatan 1 Juni 2008 pukul 17.35. Kami membeli tiket eksekutif/bisnis seharga Rp 240.000 per orang (duduk di kereta nomor 2 kursi 12 A, B, dan C).
Dalam perjalanan di sekitar daerah Nglegok, masih masuk daerah Purwokerto, sekitar pukul 22.45 WIB, salah seorang anak kami (wanita berusia 14 tahun) yang sedang tidur-tiduran di tempat duduknya tersentak karena tiba-tiba tas yang ia selempangkan di badannya dirampas paksa oleh seorang lelaki tak dikenal.
Anak kami sempat mempertahankan tasnya sehingga hampir terseret akibat kuatnya tarikan dari lelaki tak dikenal tersebut. Tas tersebut putus dan anak kami selamat dari malapetaka, namun tas yang berisi telepon seluler, iPod, dan dompet berisi uang berhasil dibawa kabur penumpang gelap tersebut, yang meloncat keluar kereta dan hilang dalam kegelapan malam.
Diperkirakan pelaku tersebut naik dari Stasiun Krekep. Saat berhenti di stasiun tersebut, banyak pedagang asongan yang bebas naik sampai ke dalam kereta. Disayangkan tingkat keamanan dan kenyamanan yang diberikan PT KA (Persero) selama dalam perjalanan, apalagi dengan harga tiket yang cukup mahal—sebelum kenaikan harga BBM harga tiket ke Kediri Rp 180.000 dan sekarang naik menjadi Rp 240.000, yang merupakan harga resmi di loket Stasiun Gambir, Jakarta.
Patut dipertanyakan, ke mana para penjaga keamanan di kereta maupun para penjaga keamanan di stasiun sehingga para bandit yang berkedok pengasong bisa leluasa naik kereta. Sampai sejauh mana tanggung jawab pihak PT KA dalam masalah ini? Mohon jajaran manajemen PT KA agar serius membenahi keamanan dan kenyamanan para penumpang, khususnya penumpang KA malam.
YUFIS FERRY Pabantren Timur RT 003 RW 003, Soreang, Bandung
