Penjelasan Dubes Rusia
- Isi Komentar
Saya membaca editorial Kompas (2/5) ”Gertakan Rusia atas Georgia”, yang antara lain menyebutkan tentang pengiriman ”pasukan tambahan” Rusia ke Abkhazia. Sebenarnya adalah penambahan jumlah personel pasukan perdamaian CIS di Goergia. Pasukan yang menjaga perdamaian di sana agar jumlahnya mencapai tingkat yang ditentukan oleh Persetujuan Moskwa tertanggal 14 Mei 1994 tentang gencatan senjata.
Harus dipahami bahwa ini adalah suatu tindakan yang dipaksakan oleh langkah-langkah subversif pihak Georgia. Di antara langkah itu, dilakukan penerbangan yang semakin ramai oleh pesawat-pesawat pengintai Georgia di zona keamanan, peningkatan oleh Georgia kontingen militer, dan kepolisiannya dekat zona konflik. Hal ini melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.
Penolakan Georgia yang terus-menerus terhadap kesepakatan dengan pihak Abkhazia mengenai tidak terpakainya kekuatan dalam penyelesaian konflik juga merupakan hambatan terhadap saling kepercayaan. Dalam syarat-syarat itu, kehadiran pasukan perdamaian CIS terus berada pada faktor utama untuk menghindari peningkatan ketegangan.
Perlu ditegaskan, segala aktivitas militer di Republik Chechnya sudah lama diberhentikan. Sekarang diadakan pemulihan prasarana dengan dibangun rumah-rumah sakit dan sekolah. Kehidupan sudah balik ke wahana perdamaian. Tidak mengherankan dalam pemilihan Presiden Rusia bulan Maret 2008, kebanyakan penduduk Chechnya mendukung DA Medvedev.
Dengan demikian, mendukung kebijakan Pemerintah Rusia berjangka panjang yang ditujukan pada pemulihan kembali dan pembangunan di daerah ini. Hal ini fakta nyata mencerminkan hasrat penduduk Chechnya akan terus berada dalam kenegaraan Federasi Rusia.
Alexander Ivanov Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia
