Pengendara Sepeda Motor Tidak Beretiket
- Isi Komentar
Pertambahan pengguna sepeda motor di Indonesia—khususnya di Jakarta—sangat pesat. Sepeda motor memang sangat membantu penggunanya lekas sampai di tujuan. Biayanya pun relatif murah. Sayang, masih banyak pengendara sepeda motor yang tak memiliki etiket berkendara di jalan. Kenyamanan pengendara mobil maupun pejalan kaki terganggu olehnya.
Sebagai warga yang sering memasuki kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saya sering melihat di pagi hari pengendara sepeda motor melintasi jalur yang berlawanan arah memasuki Jalan Rawajati Timur. Mereka malas berputar di depan Bangdes dan memilih jalan pintas dengan masuk melalui putaran di depan Jalan Siaga I. Pihak kepolisian tampaknya sudah kewalahan menghadapi perilaku ini. Hanya bila ada polisi di sana, pelanggaran lalu lintas ini bisa direm.
Tak ada kesadaran dalam diri para pengendara sepeda motor itu bahwa, dengan melintasi jalur berlawanan, dia sesungguhnya telah merampas hak orang lain. Bahkan, mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru membahayakan diri sendiri. Di depan rel kereta api di Jalan Kemuning, Pasar Minggu, pengendara sepeda motor kerap menutup dan menghambat jalan orang lain yang berada di seberangnya, baik pagi maupun sore hari.
Wahai pengendara sepeda motor, hilangkanlah pikiran bahwa, karena sepeda motor berukuran kecil, kalian mudah bergerak dan sesuka hati menguasai jalan. Kalian dalam jumlah yang besar adalah penguasa jalan raya saat ini.
Mari menggunakan jalan sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Mari mulai dari diri sendiri.
SESTI LIANDRY Vila Dago Blok H, Pamulang, Tangerang
[ Sumber ]

