Pengalaman Penerbang Lion Air
- 2 Komentar
Saya adalah mantan penerbang pada perusahaan Lion Airlines yang bekerja sejak tahun 2002. Pada akhir tahun 2005 saya mengundurkan diri karena penyimpangan kontrak oleh Lion Air, seperti safety, jam terbang yang melampaui batas maksimum, serta tidak ada kesempatan cuti yang bisa diambil selama masa kerja.
Setelah keluar dari Lion Air, saya bersama rekan penerbang lain dilaporkan kepada kepolisian oleh Lion Air dengan dugaan penggelapan mobil Lion Air dan diberikan surat tembusan di antaranya kepada KBRI untuk Jepang (tempat saya bekerja saat ini). Hal ini dilakukan Lion Air yang menganggap saya ini sebagai terpidana.
Untuk mencari penyelesaian terbaik di antara kedua belah pihak, saya mencoba menanyakan hak-hak kepada Depnaker, dan selanjutnya terbit surat anjuran dari Depnaker bagi kedua belah pihak. Namun, Lion Air tetap mengabaikan sehingga saya mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan saat ini masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung.
Pada 26 Juli 2008 kembali saya bersama tiga mantan penerbang lain digugat oleh Lion Air di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, karena alasan ingkar janji disertai dengan tuntutan yang tidak masuk akal, seperti penyitaan rumah tinggal dan denda immaterial sebesar Rp 5 miliar.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah perusahaan sebesar Lion Air tidak mengerti tentang peraturan keselamatan/ketentuan ketenagakerjaan dan hukum yang berlaku di negara kita.
Ario Wibisono ATPL 3612 Osaka-Japan
2 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
USA-FAA ATP 2622405 bilang:
percuma , negara korup susah dilawan. kalau institusi nya sudah di beli ya susah. liat aja kasus di solo,adam air dll. wajar standard kita di tertawakan oleh negara2 eropa. dari zaman belanda memang bangsa kita selalu menjual/mengorbankan bangsa sendiri demi hidupnya. Anda ibarat teriak2 di tengah macetnya jakarta. ntar juga bubar.semoga sukses di jepang. at
September 13th, 2008 di 10:08 pm -
suharto bilang:
memang repot kalau menilik kasus mas ario, sebab yang menerbangkan pesawat di tempat dia kerja tersebut bukan pilotnya tetapi top manajemennya, maunya mereka pesawat kalau bisa 1 hari itu bisa terbang 20 route jadi yang klenger itu pilotnya sampai gak iso ambekan ? sampai mas ario sudah narik di negeri matahari terbitpun mereka masih berniat mau membinasakan !! memang tidak ada yang bisa menandingi garuda deh sebab mereka itu benar benar proff dibidangnya masing masing !!
saya dulu di pelita air semuanya sangat terjamin dan perusahaan benar benar memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan hak karyawan sehingga pada saat garuda mogok kami masih sanggup membantu menerbangkan garuda dengan tidak mengganggu jadwal penerbangan di perusahaan kami !
tapi memang ini merupakan suatu gejala, bahwa perusahaan penerbangan yang tidak memnuhi aturan biasanya cenderung mau ambruk ? seperti adam air siapa yang mengira adam air bisa ambruk ? wong pujaan setiap penumpang pesawat terbang karena tiketnya murah sekali ? ya saya gak atulah apakah dugaan saya ini benar atau tidak ? sebab sebelum adam air kasus serupa juga menimpa sempati air yang maunya bisa sejajar dengan garuda ? tapi apa lacur ? di singapore saya saksikan sendiri crew sempati air diusir dari hotel karena outstandingnya sudah numpuk gak dibayar bayar !!
mau mengembalikan kepercayaan eropa untuk flag carrier yang ada di indonesia gak kan pernah terkabul !
November 3rd, 2008 di 4:26 pm
