Nov 17 2008

Pengalaman dengan Citilink Garuda

Saya penumpang pesawat Citilink-Garuda (017) Jakarta-Surabaya (2/11) dan ada beberapa hal yang tidak lazim. Saya tahu penerbangan ini menerapkan sistem semua bagasi harus membayar, kecuali tas tangan maksimum lima kilogram. Karena di lembar tiket hanya tertulis ”The fee for Checked Baggage is IDR 5,000 per kg” tanpa ada keterangan jumlah maksimum. Ternyata memang tidak ada batas maksimum, jadi semua harus dikenai biaya.

Kurangnya informasi membuat banyak penumpang terkejut dan akhirnya daripada membayar bagasi, banyak yang membawa jinjingan ke kabin meski jumlahnya melebihi ketentuan. Hal ini yang menyebabkan saat boarding memakan waktu lama karena para penumpang mengatur bawaan kabin yang melebihi ketentuan. Seperti dua ibu di sebelah saya menghitung jinjingannya ada tujuh buah, dan sebagian ditaruh di kursi saya.

Pada saat membeli tiket di situs web ada pilihan memilih seat, tetapi pada saat check in tempat pilihan saya sudah diberikan kepada orang lain, jadi apa gunanya pilihan itu? Pesawat yang jadwalnya berangkat pukul 12.50 ternyata diumumkan kalau molor 30 menit dengan alasan keterlambatan pesawat datang dari Surabaya. Kenyataannya baru pukul 13.45 dipanggil boarding, dan itu pun harus lama antre karena para penumpang sibuk mengatur jinjingannya ke tempat bagasi kabin.

Dalam pesawat di kursi nomor 1 DEF (dekat pintu diisi satu keluarga ayah, ibu, dan satu anak). Padahal, kursi itu khusus pria dan dewasa karena dekat pintu. Seharusnya petugas check in sudah tahu, jadi tidak perlu pramugari sibuk memindahkan keluarga tersebut ke kursi lain.

Mohon Citilink lebih siap dan lebih memberikan informasi yang lengkap dalam situs web-nya kepada para calon penumpang, seperti informasi tentang terminal mana yang digunakan di Bandara Soekarno-Hatta. Ismu Sudiaswarin Jalan Padmosusastro 35, Surabaya

Sumber : [ kompas ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Tengku Firmansyah Pakai Trik Baru Dalam Kampanye
Strategi kampanye seorang caleg dalam mendekati pemilih adalah hal yang mutlak untuk mendapat suara terbanyak. Strategi itulah yang diterapkan oleh aktor Tengku Firmansyah, caleg dari PKB Dapil 1 Jawa Barat. Suami dari Cindy Fatika Sari ini memberikan nomor teleponnya langsung kepada pemilih, dengan maksud agar masyarakat bisa memberikan aspirasinya secara langsung.
Thu, 08 Jan 2009 19:25:00 +0700

Sandra Bullock Akhirnya Jadi Ibu
Setelah cukup lama berkeinginan menjadi seorang ibu, niat Sandra Bullock ini akhirnya kesampaian meski sebenarnya anak tersebut bukanlah anak kandungnya. Pasalnya anak Jesse James, suaminya, dari istri pertamanya harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
Thu, 08 Jan 2009 19:13:00 +0700

Widyawati: Jangan Anggap Semua Perempuan Takut
Siapa bilang di balik wajah lembut, cantik dan keibuannya tak tersimpan sikap tegas. Bahkan sikap itu bisa muncul kapan saja. Itulah Widyawati, janda (alm) Sophan Sophiaan ini mengaku pernah memarahi seorang supir di jalan raya lantaran sikapnya yang ugal-ugalan.
Thu, 08 Jan 2009 19:05:00 +0700

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700