Nov 2 2008

Penagih HSBC Arogan

PADA hari Rabu, 22 Oktober 2008, sekitar pukul 8.50 WIB, saya menerima telefon dari seorang pegawai bank asing ternama (HSBC) dari seorang bernama Rendy. Dia menanyakan salah seorang teman kantor saya. Tanpa berpikiran negatif, saya menanyakan pada beliau nama dan instansi beliau dari mana, karena itu sudah menjadi prosedur di kantor kami.

Bahkan saya pun sering menerima telefon dari banyak bank dengan masalah yang sama, tetapi mereka tetap sopan dan menunjukkan bahwa mereka berpendidikan, punya etika, dan tidak terkesan meneror.

Tetapi berbeda dengan Rendy dari HSBC ini. Tanpa banyak berpikir dia langsung menuduh saya menyembunyikan teman saya yang dia cari dengan nada tinggi dan membentak. Dia berpikir, setelah saya tahu bahwa dia dari Bank HSBC, saya sengaja mengatakan bahwa teman saya tidak ada. Padahal kenyataannya, pada hari itu teman saya yang bersangkutan memang tidak masuk kantor karena sakit.

Saya berusaha menjelaskan, tetapi dia malah membentak-bentak dengan kasar dan melibatkan saya pada urusan teman saya tersebut. Padahal yang saya tahu, itu adalah urusan yang sangat pribadi. Dia bilang dengan nada tinggi, “Bayar utangnya yah, jangan kabur. Takut kamu!!” Dia menanyakan nama saya. Saya pun memberi tahu nama saya, tetapi dia tetap membentak saya dan terkesan menakut-nakuti.

Saya tidak habis pikir, ternyata bank sebesar HSBC bisa mempekerjakan pegawai yang tidak punya etika berbicara dan tidak punya sopan santun.

Perlu Anda ketahui, saya juga sudah menggunakan kartu kredit HSBC selama tiga tahun dan tidak pernah ada masalah. Tetapi setelah kejadian ini saya jadi berpikir malas sekali berhubungan dengan bank yang mempekerjakan orang seperti Saudara Rendy ini.

Terima kasih saya ucapkan pada Bank HSBC bila keluhan saya ini ditanggapi. Jika pun tidak, saya hanya ingin masyarakat awam seperti saya ini tahu ternyata pada kenyataannya penagih utang kartu kredit di HSBC, khususnya Rendy tidak mempunyai etika dalam komunikasi lewat telefon.

Apakah setiap orang yang berada di sekitar orang yang terkena masalah harus ikut terkena dampak kesewenang-wenangan orang seperti Anda. Padahal saya tidak tahu duduk persoalan yang Anda bicarakan mengenai teman saya, dan memang saya tidak perlu tahu karena seharusnya itu hanya menjadi masalah pihak bank dengan teman saya tersebut.

Terima kasih kepada “PR” atas dimuatnya surat saya ini. Semoga dengan ini, Rendy yang sangat “sopan” itu memahaminya.

Yanti Mira Meirawati
Jln. Jakarta No. 16C/16 Bandung
Telf. 022-92415220

[ Sumber pikiran-rakyat ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700

Suka Peran Seksi, Cynthiara Alona Tanggalkan Gelar
Tak segan tampil seksi dan buka-bukaan membuat Cynthiara Alona memutuskan untuk menanggalkan gelar 'Cut' yang ada di depan namanya. Pasalnya dia takut dimarahi warga Aceh.
Thu, 08 Jan 2009 17:44:00 +0700

Ricky Jo Pingin Kembali ke Rakyat
Keterpanggilan sebagai salah satu anak bangsa yang mau berbuat di luar jalur kebiasaan menjadi alasan Ricky Johannes untuk terjun ke dunia baru baginya - dunia politik. Ricky Jo didaulat menjadi calon anggota DPR RI Dapil Jateng 1 sebagai wakil dari Partai Damai Sejahtera (PDS).
Thu, 08 Jan 2009 17:22:00 +0700

Ricky Jo Prihatin Palestina
Gempuran Israel ke Palestina yang menelan ratusan jiwa tak berdosa juga turut membuat Ricky Johannes merasa prihatin. Namun artis yang juga mulai melirik panggung politik ini mengimbau agar tidak terlalu berlebihan.
Thu, 08 Jan 2009 16:45:00 +0700