Oct 27 2008

Pemerintah Diskriminasi terhadap Sekolah Swasta

Dengan terkabulnya pos APBN untuk pendidikan 20 persen, yakni sebesar Rp 224 triliun, sebagai guru swasta, saya sangat berharap turut serta menikmati anggaran pendidikan itu, baik untuk program peningkatan fasilitas sekolah maupun kesejahteraan guru. Namun, setelah mengikuti wacana yang berkembang terlihat bahwa pemerintah lebih pro ke sekolah negeri, baik untuk kesejahteraan guru maupun fasilitas sekolah.

Untuk pos 20 persen yang sumbernya dari uang rakyat untuk pendidikan seharusnya tidak memandang apakah sekolah negeri atau swasta karena keduanya mempunyai peran yang sama: mencerdaskan kehidupan bangsa. Seharusnya pemerintah lebih serius membantu sekolah swasta karena hidup dan matinya sekolah swasta sangat tergantung dari iuran siswa.

Untuk peningkatan kesejahteraan guru saja, pemilik sekolah (yayasan) akan menghitung plus dan minus penerimaan. Kalau ternyata minus jangankan untuk peningkatan gaji guru, justru sebaliknya gaji menjadi berkurang. Keputusan tersebut sangat menyulitkan bagi guru kalau masih bersedia mengajar untuk menerima keputusan itu. Kalau tidak bersedia silakan keluar. Padahal, standar gaji guru swasta dengan status guru tetap rata-rata Rp 1 juta-Rp 1,5 juta, sementara di sekolah negeri minimal Rp 2 juta. Besarnya gaji guru swasta untuk pemenuhan kebutuhan dasar saja tidak mencukupi sementara tuntutan kerja banyak sehingga waktunya habis di sekolah.

Dengan beban tersebut tidak ada lagi waktu untuk cari tambahan dan sebenarnya juga tidak menginginkan karena akan mengurangi profesionalisme. Tunjangan sertifikasi guru yang katanya membantu kesejahteraan guru nyatanya sampai saat ini belum ada kejelasannya selama sembilan bulan (lulus dari bulan Januari sampai dengan September 2008), padahal itu sangat membantu. Karsimun Kompleks Deplu 74, Pondok Aren, Tangerang

[ Sumber kompas ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Tengku Firmansyah Pakai Trik Baru Dalam Kampanye
Strategi kampanye seorang caleg dalam mendekati pemilih adalah hal yang mutlak untuk mendapat suara terbanyak. Strategi itulah yang diterapkan oleh aktor Tengku Firmansyah, caleg dari PKB Dapil 1 Jawa Barat. Suami dari Cindy Fatika Sari ini memberikan nomor teleponnya langsung kepada pemilih, dengan maksud agar masyarakat bisa memberikan aspirasinya secara langsung.
Thu, 08 Jan 2009 19:25:00 +0700

Sandra Bullock Akhirnya Jadi Ibu
Setelah cukup lama berkeinginan menjadi seorang ibu, niat Sandra Bullock ini akhirnya kesampaian meski sebenarnya anak tersebut bukanlah anak kandungnya. Pasalnya anak Jesse James, suaminya, dari istri pertamanya harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
Thu, 08 Jan 2009 19:13:00 +0700

Widyawati: Jangan Anggap Semua Perempuan Takut
Siapa bilang di balik wajah lembut, cantik dan keibuannya tak tersimpan sikap tegas. Bahkan sikap itu bisa muncul kapan saja. Itulah Widyawati, janda (alm) Sophan Sophiaan ini mengaku pernah memarahi seorang supir di jalan raya lantaran sikapnya yang ugal-ugalan.
Thu, 08 Jan 2009 19:05:00 +0700

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700