Pemadaman Listrik PLN di Riau
- Isi Komentar
Di tengah hiruk-pikuk pemerintah mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama peduli pelestarian lingkungan dengan menggalakkan ruang terbuka hijau (RTH), selain memperbaiki kualitas lingkungan juga menambah nilai keindahan (estetika). PLN, yang senantiasa memberikan kontribusi pasokan listrik kepada setiap warga pelanggan, ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan dan harapan setiap pelanggan PLN di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjung Pinang.
Sangat kontradiktif bila melihat kinerja PLN sebagai perusahaan jasa publik yang setiap hari melakukan pemutusan/pemadamam listrik secara bergilir selama tujuh jam. Akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan, hampir setiap warga Kota Tanjung Pinang mengandalkan genset sebagai pengganti sumber listrik. Di satu sisi, vendor genset menikmati keuntungan, di sisi lain pembuangan asap genset telah merusak lingkungan.
Konyolnya, ulah PLN yang bagaikan tuli setiap kali warga mengeluh dan menghubungi layanan pengaduan gangguan PLN tidak digubris, hingga nomor Telepon Siaga 24 Jam PLN sengaja dimatikan untuk menghindari telepon yang masuk dari warga pelanggan yang terkena pemadaman listrik. Dampak sosial yang ditimbulkan sangat besar, yaitu banyak di antara pelaku bisnis yang rugi, investor kabur dan melirik peluang bisnis ke kota lain, sanitasi udara tercemar, bayi serta anak kecil banyak yang diserang gigitan nyamuk, dan penyakit insomnia (sulit tidur) orang dewasa akibat menunggu listrik menyala.
Tjie On Tjhendrawan Jalan Potong Lembu Nomor 19, Kepulauan Riau
[ Sumber kompas ]

