Nov 13 2008

Pelayanan “Teller” BRI Mengecewakan

PADA hari Senin tanggal 3 November, seperti biasanya di awal bulan saya memenuhi kewajiban membayar berbagai tagihan rekening listrik, telefon, tabungan, dan spp sekolah di beberapa bank berbeda. Setelah melakukan pembayaran di dua buah bank swasta, terakhir kurang lebih pukul 13.30 WIB, saya melakukan setoran tabungan di BRI Cabang Surapati. Selama kira-kira 20 menit menunggu giliran nomor urut saya dipanggil, saya menyaksikan pelayanan seorang petugas teller berinisial W sangat tidak ramah. Seorang ibu yang akan menyetorkan sejumlah uang diomeli karena uangnya tidak rapi, lalu dia menyuruh si ibu tersebut untuk membereskan uangnya dengan bapak satpam yang bertugas.

Kalau bahasanya ramah dan sopan mungkin tidak jadi masalah, karena memang uang yang berantakan akan menyulitkan teller untuk menghitung. Akan tetapi, bahasa yang dipakainya sungguh tidak enak didengar. Dia memanggil satpam, lalu dia bilang pada ibu tersebut, “Sana Ibu beresin dulu uangnya sama Pak Satpam”. Setelah itu dia melayani nasabah lain yang juga menyetorkan uang cicilan sesuatu. Saya lihat sebelum menyetor, nasabah tersebut meminta bantuan CS untuk pengisian formulir. Mungkin ada kesalahan pengisian form dan nasabah tersebut menyampaikan bahwa dia dibantu oleh CS.

Teller tersebut menegur CS yang bersangkutan tanpa beranjak dari tempat duduknya, otomatis suaranya agak keras dan terdengar oleh seluruh nasabah yang sedang menunggu. Ironis sekali pemandangan yang saya saksikan setelah saya dilayani di dua bank swasta, yang rata-rata petugas teller-nya muda-muda, cantik, dan berpenampilan rapi serta ramah. Yang menyapa semua nasabah dengan selamat pagi, selamat siang atau apa yang bisa saya bantu? Diakhiri dengan ucapan terima kasih. Akan tetapi, sang teller BRI jangankan menyapa selamat siang atau apa yang bisa dibantunya, tersenyum pun tidak, bahkan penampilannya pun jauh dari rapi. Dengan blazer yang dipakainya tampak kesempitan sehingga pada saat saya dilayani juga olehnya, saya melihat pemandangan yang kurang berkenan. Karena kesempitan, kancing blazernya merekah dan menampakkan bagian tubuhnya. Padahal saya lihat, lebih dari setengah nasabah yang sama-sama sedang menunggu adalah orang-orang usia lanjut. Tidak bisakah dia bersikap lebih menghargai nasabah? Minimal bersikap menghargai pada orang-orang lanjut usia?

Sungguh sangat ironis sekali, mengingat slogan BRI saat ini kalau tidak salah adalah “melayani dengan setulus hati”. Mungkin sudah saatnya teller tersebut diberikan penyuluhan apa arti sesungguhnya dari slogan melayani dengan setulus hati. Demikianlah pengalaman saya di BRI Cabang Surapati selama tidak lebih dari setengah jam. Kepada Redaksi “PR”, terima kasih atas dimuatnya surat ini, semoga dapat bermanfaat bagi pihak yang bersangkutan. Wassalam.

Wieda Dewi
Jln. Ligar Ayu No. 16 RT 02 RW 06
Cibeunying - Cimenyan
Bandung

[ Sumber : pikiran-rakyat ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Tengku Firmansyah Pakai Trik Baru Dalam Kampanye
Strategi kampanye seorang caleg dalam mendekati pemilih adalah hal yang mutlak untuk mendapat suara terbanyak. Strategi itulah yang diterapkan oleh aktor Tengku Firmansyah, caleg dari PKB Dapil 1 Jawa Barat. Suami dari Cindy Fatika Sari ini memberikan nomor teleponnya langsung kepada pemilih, dengan maksud agar masyarakat bisa memberikan aspirasinya secara langsung.
Thu, 08 Jan 2009 19:25:00 +0700

Sandra Bullock Akhirnya Jadi Ibu
Setelah cukup lama berkeinginan menjadi seorang ibu, niat Sandra Bullock ini akhirnya kesampaian meski sebenarnya anak tersebut bukanlah anak kandungnya. Pasalnya anak Jesse James, suaminya, dari istri pertamanya harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
Thu, 08 Jan 2009 19:13:00 +0700

Widyawati: Jangan Anggap Semua Perempuan Takut
Siapa bilang di balik wajah lembut, cantik dan keibuannya tak tersimpan sikap tegas. Bahkan sikap itu bisa muncul kapan saja. Itulah Widyawati, janda (alm) Sophan Sophiaan ini mengaku pernah memarahi seorang supir di jalan raya lantaran sikapnya yang ugal-ugalan.
Thu, 08 Jan 2009 19:05:00 +0700

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700