Pekerja di BRI Menghilang
- Isi Komentar
Suami saya adalah pekerja BRI yang ditempatkan di BRI Cabang Magelang. Sejak 4 Januari 2008 hingga saat ini suami saya tidak pulang ke rumah dan juga tidak datang ke kantor untuk bekerja. Saya sudah melaporkan hilangnya suami kepada pihak berwajib dan berusaha dengan berbagai cara, seperti menanyakan kepada berbagai pihak yang sekiranya mempunyai relasi dengan suami saya atau kepada teman-teman semasa sekolahnya. Namun, sampai saat ini suami saya belum juga ditemukan.
Di tengah kesedihan yang mendalam muncul masalah baru karena ternyata pihak BRI tanpa penjelasan apa pun menahan gaji suami saya sehingga sejak bulan Januari hingga saat ini (enam bulan) saya sebagai istri tidak dapat mengambil gaji suami. Sampai saat ini belum ada pemberitahuan apa pun tentang status kedinasan suami saya dan informasi tentang segala hak dan kewajiban suami saya.
Saya mohon kepada pimpinan BRI agar menjelaskan mengapa, sebagai istri, saya tidak diperkenankan mengambil gaji suami mengingat dalam daftar gaji suami saya ada hak-hak untuk saya sebagai istri dan untuk anak. Sampai kapankah pihak BRI akan menahan gaji suami saya? Saya sungguh sangat berharap suami saya segera dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali bekerja.
Dalam keadaan seperti sekarang, saya tidak berharap bahwa seandainya suami saya bisa ditemukan dalam keadaan selamat maka suami saya masih dapat kembali bekerja di BRI. Yang dibutuhkan saat ini adalah penyelesaian yang arif, adil, dan bijaksana mengingat suami saya adalah pekerja yang loyal dan penuh dedikasi. Pada bulan Mei 2008, saya datang ke Kantor Wilayah BRI Yogyakarta untuk menanyakan soal suami saya dan mendapatkan jawaban, permasalahan sudah dilimpahkan ke Kantor Pusat BRI di Jakarta.
VERONICA Tegalrejo, Sucen, Magelang
