Para Caleg “Ngaca” Diri Dulu “Dong”
- Isi Komentar
BERJUANG dan berusaha memperbaiki kehidupan diri, sah-sah saja, bahkan wajib hukumnya. Tetapi, kalau usaha itu untuk meraih sesuatu kedudukan yang jika didapat nanti membawa konsekuensi harus memerhatikan kepentingan orang banyak, seharusnya kita lebih jujur dalam menilai diri sendiri. Kalau kita merasa tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kedudukan itu, sebaiknya buru-buru kita surut dan memberikan peluang kepada orang lain yang lebih mampu. Ini kalau kita menganggap suatu kedudukan yang terhormat itu sebagai amanah!
Sekarang ini kan lain, bahkan untuk merebut kedudukan terhormat (caleg, capres, dll.) orang rela menjadi penipu dengan ijazah palsunya, atau nekat terus mencalonkan diri walaupun dia tahu dirinya tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan! Kedudukan-kedudukan terhormat itu kan seharusnya diincar oleh seseorang, siapa pun dia, agar berkesempatan bisa secara optimal mengabdi kepada negara dan bangsanya. Kalau dalam mengawali usaha untuk meraih kedudukan tersebut sudah menghalalkan segala cara dan berusaha melanggar aturan, lalu figur pimpinan seperti apa yang akan kita peroleh?
Oleh karena itu, saya mengimbau kepada Saudara-saudara semua untuk mengakhiri usaha dengan cara tidak terpuji. Sayangilah tanah airmu dan sayangilah bangsamu! Kita sudah tertinggal jauh dari bangsa lain. Rakyat sudah lama merindukan kehidupan yang lebih sejahtera, aman, adil, dan terhormat! Jadi biarkanlah hanya orang-orang yang sehat, cakap, dan berakhlak terpuji yang memimpin negeri ini. Hanya orang-orang seperti itu yang akan bisa membesarkan negara dan bangsa ini! Di sini peran pembuat aturan atau undang-undang sangat dibutuhkan, lugas dalam substansinya dan lugas dalam aplikasinya. Jangan lagi ada kompromi-kompromi politik yang bisa melemahkan sistem penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan menjadi tidak bermutu. Lebih terhormat menjadi warga negara biasa yang baik daripada menjadi pemimpin yang nggak becus. Terima kasih “PR”.
H. Soemargyadi
Jln. Pak Gatot VI No. 235B
Gegerkalong
Bandung
[ Sumber : pikiran-rakyat ]

