Mengurus di Bandara Soekarno-Hatta Melelahkan
- Isi Komentar
Tanggal 3 November 2008, saya baru pulang dinas dari luar negeri dan mendarat di Terminal E Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kebetulan kedatangan saya bersama teman warga negara asing yang harus mengurus visa on arrival. Ternyata antrean untuk mengurus VOA sangat panjang dan membutuhkan waktu lama.
Teman saya harus berdiri mengantre sekitar dua jam. Saya juga melihat banyak penumpang yang mengeluhkan kondisi itu. Saya menanyakan hal ini kepada petugas Imigrasi dan dijelaskan bahwa sudah beberapa bulan terakhir ini counter yang satu belum bisa digunakan karena komputer rusak dan masih dalam perbaikan. Jadi, keadaan ini sudah berlangsung lama, belum ada perbaikan? Berarti selama ini para penumpang yang mengurus VOA harus mengantre lama?
Keadaan ini pasti bisa memberikan citra negatif negara Indonesia di mata negara lain. Setelah selesai mengurus VOA kemudian menuju counter Imigrasi (passport check for arrival clearance). Sempat terbaca oleh saya slogan dari imigrasi bertuliskan: We are here for better services. Namun, kenyataan di lapangan sangat bertolak belakang.
VoA adalah program pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang kebijakan pembangunan kebudayaan dan pariwisata untuk memajukan pariwisata di Indonesia (Visit Indonesia Year) dan VoA mempunyai kontribusi pendapatan cukup besar untuk negara. Seharusnya program ini didukung dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Mohon kepada instansi yang terkait dengan VoA serta PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta untuk lebih memerhatikan hal ini karena bandara ini adalah pintu gerbang suatu negara.
Ruswity Rudy Pluit Mas, Penjaringan, Jakarta
[ Sumber : kompas ]

