Nov 29 2008

Mengembalikan Citra Borobudur sebagai Wisata Budaya Dunia

Sekarang saatnya mengembalikan citra Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai obyek wisata budaya dunia, meskipun candi Buddha terbesar ini sudah dikeluarkan dari tujuh keajaiban dunia.

Komisaris Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Setyono Djuandi Darmono di Yogyakarta, Jumat (28/11) mengatakan, karena itu masyarakat Indonesia harus mampu menciptakan sendiri sebutan Candi Borobudur untuk menggantikan sebutan tujuh keajaiban dunia.

“Kita harus mampu menciptakan sebutan yang bisa diakui dunia, misalnya sebutan Candi Borobudur sebagai candi Buddha terbesar dan tertua di dunia, sehingga tanpa sebutan tujuh keajaiban dunia tidak masalah,” katanya sebelum acara pisah-sambut Dewan Komisaris dan Direksi PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.

Selain itu, kata dia, Candi Borobudur dapat difungsikan sebagai Pusat Studi Budaya Lintas Agama dengan menyertakan lembaga dan obyek wisata religius di sekitar kawasan Candi Borobudur ke dalam program pengembangan pariwisata daerah setempat.

Di wilayah Candi Borobudur terdapat Sendangsono sebagai obyek wisata religius bagi umat Katholik, Pondok Pesantren Pabelan, Seminari di Magelang serta bangunan tempat ibadat umat Buddha yang sudah ratusan tahun usianya.

Semua itu bisa dikemas menjadi obyek wisata yang menarik dan sebagai pusat studi lintas agama. Untuk itu, menurut dia perlu mempromosikan Candi Borobudur dan Prambanan sebagai aset pariwisata yang diharapkan mengembalikan citra Indonesia, sehingga bisa mendatangkan investor dari luar negeri.

“Semua itu perlu kerja keras para pemangku kepentingan pariwisata agar dapat terealisir. Upaya tersebut diyakini bisa merubah persepsi dunia tentang Indonesia, dan melalui pariwisata yang aman dan damai diharapkan bisa mendatangan wisatawan mancanegara ke negeri ini,” katanya.

Ia mengatakan Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan bisa dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan citra Indonesia sebagai obyek utama kunjungan wisata di Indonesia maupun mancanegara.

Karena itu, target jangka panjang dan menengah adalah mendatangkan 10 juta wisatawan per tahun ke Candi Borobudur dan Prambanan serta menaikkan harga tiket tanda masuk ke taman wisata setempat.

“Jadi, jangan sampai obyek wisata budaya kelas dunia dihargai rendah dengan harga tiket tanda masuk yang murah hanya Rp100 ribu untuk wisatawan mancanegara. Padahal harga tiket masuk wisatawan ke Menara Eiffel di Prancis sebesar Rp1 juta,” katanya.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru  terdiri Komisaris Utama Setyono D Darmono, dan Komisaris Sapta Nirwanda, Budi Susilo serta Buntje Harbunangin. Sedangkan Direktur Utama dijabat Purnomo Siswoprasetjo, dan para direktur terdiri Agus H Canny, Linus Jonan, Hendro Hastjarjo dan Retno Hardiasiwi W.

[ Sumber : mediaindonesia ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Tengku Firmansyah Pakai Trik Baru Dalam Kampanye
Strategi kampanye seorang caleg dalam mendekati pemilih adalah hal yang mutlak untuk mendapat suara terbanyak. Strategi itulah yang diterapkan oleh aktor Tengku Firmansyah, caleg dari PKB Dapil 1 Jawa Barat. Suami dari Cindy Fatika Sari ini memberikan nomor teleponnya langsung kepada pemilih, dengan maksud agar masyarakat bisa memberikan aspirasinya secara langsung.
Thu, 08 Jan 2009 19:25:00 +0700

Sandra Bullock Akhirnya Jadi Ibu
Setelah cukup lama berkeinginan menjadi seorang ibu, niat Sandra Bullock ini akhirnya kesampaian meski sebenarnya anak tersebut bukanlah anak kandungnya. Pasalnya anak Jesse James, suaminya, dari istri pertamanya harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
Thu, 08 Jan 2009 19:13:00 +0700

Widyawati: Jangan Anggap Semua Perempuan Takut
Siapa bilang di balik wajah lembut, cantik dan keibuannya tak tersimpan sikap tegas. Bahkan sikap itu bisa muncul kapan saja. Itulah Widyawati, janda (alm) Sophan Sophiaan ini mengaku pernah memarahi seorang supir di jalan raya lantaran sikapnya yang ugal-ugalan.
Thu, 08 Jan 2009 19:05:00 +0700

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700