Nov 29 2008

Mari Berpikir untuk Masa Depan

SEBELUMNYA saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Saya sangat prihatin melihat bencana banjir yang terus menjadi langganan tiap tahun di Majalaya, Baleendah, dan Dayeuhkolot.

Dan solusi yang ditempuh pemerintah juga selalu menemui jalan buntu, seakan bencana banjir tersebut sudah masuk menjadi agenda rutin setiap tahunnya, apabila musim hujan tiba.

Ironis memang, melihat rumah-rumah dan vila-vila mewah di Bandung utara/mal-mal dibangun dengan tujuan pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dsb. Akan tetapi berdampak buruk terhadap ekosistem sekitarnya, hutan yang gundul, kurangnya RTH, atau tidak dipikirkannya drainase yang baik. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan perda-perda, akan tetapi perda tersebut hanya sebagai formalitas dalam arti pelaksanaannya sama sekali tidak ada/diabaikan.

Malahan pemangkasan Curug Jompong dan penyodetan sungai Citarum menjadi sasaran utama, namun tidak ada titik temu.

Apa benar jalan tersebut tidak akan berdampak lebih buruk? Menurut logika, apabila sungai dipangkas terus-menerus, faktor sedimentasi akan terus terbentuk, sehingga pada waktu banjir akan menjadi lumpur yang akan terbawa hingga ke dataran rendah (sasaran permukiman penduduk).

Menurut hemat saya, akan lebih baik apabila arus sungai bukan dibuat makin cepat turun, akan tetapi diperlambat arusnya.

Caranya? Curug Jompong tidak dipangkas, akan tetapi ditambah hambatannya, seperti panambahan batu-batuan/dibuatnya waduk-waduk kecil, sehingga proses erosi tidak terjadi karena terhambat oleh bebatuan dan aliran menuju dataran rendah menjadi lambat, sehingga otomatis saat hujan datang, aliran sungai tidak menjadi deras tak terbendung. Apabila menurut penelitian para ahli, pemangkasan Curug Jompong akan berdampak buruk terhadap Waduk Jatiluhur dan Saguling yang berdampak pada pasokan listrik semakin defisit, sebaiknya pemerintah berpikir dua kali untuk meneruskan rencananya melakukan penyodetan pada Sungai Citarum ataupun Curug Jompong, saat ini saja listrik sedang defisit, maka tahun-tahun selanjutnya listrik bukan defisit lagi, namun keseharian akan menjadi gelap gulita, hidup tanpa listrik, percuma!

Saya sebagai warga Bandung memohon kepada pemerintah, apabila memiliki rencana untuk mengatasi banjir, mohon dipikirkan dengan kepala dingin dan secara matang dampak jangka panjangnya seperti apa, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat, bukan sebagai projek percobaan.

Meiliani
Jln. Situsari IV No. 2
Cijagra - Lengkong
Bandung 40265

[ Sumber : pikiran-rakyat ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Tengku Firmansyah Pakai Trik Baru Dalam Kampanye
Strategi kampanye seorang caleg dalam mendekati pemilih adalah hal yang mutlak untuk mendapat suara terbanyak. Strategi itulah yang diterapkan oleh aktor Tengku Firmansyah, caleg dari PKB Dapil 1 Jawa Barat. Suami dari Cindy Fatika Sari ini memberikan nomor teleponnya langsung kepada pemilih, dengan maksud agar masyarakat bisa memberikan aspirasinya secara langsung.
Thu, 08 Jan 2009 19:25:00 +0700

Sandra Bullock Akhirnya Jadi Ibu
Setelah cukup lama berkeinginan menjadi seorang ibu, niat Sandra Bullock ini akhirnya kesampaian meski sebenarnya anak tersebut bukanlah anak kandungnya. Pasalnya anak Jesse James, suaminya, dari istri pertamanya harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
Thu, 08 Jan 2009 19:13:00 +0700

Widyawati: Jangan Anggap Semua Perempuan Takut
Siapa bilang di balik wajah lembut, cantik dan keibuannya tak tersimpan sikap tegas. Bahkan sikap itu bisa muncul kapan saja. Itulah Widyawati, janda (alm) Sophan Sophiaan ini mengaku pernah memarahi seorang supir di jalan raya lantaran sikapnya yang ugal-ugalan.
Thu, 08 Jan 2009 19:05:00 +0700

Revalina S Temat Takut Pada Kuda 'Horny'
Namanya juga kuda, kalau sudah nafsu apapun akan diperbuat, asalkan hasratnya segera tersalurkan. Jika tidak, hewan berkaki empat ini akan terus gelisah. Bisa saja si penunggang kuda tersebut menjadi sasarannya.
Thu, 08 Jan 2009 18:31:00 +0700