Lion Air Tidak Peduli Anak
- Isi Komentar
Hari Anak Nasional baru saja berlalu, di mana anak-anak Indonesia memperingatinya dengan penuh keceriaan dan kegembiraan. Tidak ketinggalan anak-anak Aceh yang walaupun masih kanak-kanak, tetapi sudah mengalami berbagai cobaan hidup seperti konflik yang berkepanjangan, gempa bumi, dan tsunami, tetapi mereka masih bisa menghadapinya dengan semangat yang tinggi menyongsong masa depan.
Dalam rangka mengikuti acara puncak Hari Anak Nasional dan Jambore Anak bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri, termasuk Menteri Sosial, yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kami mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut dan merencanakan untuk berpartisipasi dalam acara itu dengan menghadirkan 20 anak dan pendampingnya.
Untuk memperlancar pemberangkatan ke Jakarta dari Banda Aceh, kami memesan tiket harga promosi dengan mengajukan proposal, tetapi tidak memperoleh tanggapan. Yang membuat jengkel dan kecewa adalah ketika hari Jumat, 18 Juli 2008, sebanyak empat kali kami menghubungi Lion Air Pusat di Jakarta selalu dijawab: ”Nanti, petugas yang mengurusnya sedang sibuk menerima tamu.” Petugas tersebut bernama Merry.
Padahal, kami hanya ingin jawaban kepastian, apakah permohonan diterima atau tidak. Sebab, kalau ditolak kami akan berupaya mencari maskapai penerbangan lain. Kami harus berangkat ke Jakarta pada hari Senin. Akhirnya kami dapat berangkat pada hari Selasa siang dengan maskapai swasta lain. Akhirnya anak-anak kami tidak dapat mengikuti beberapa acara kegiatan Jambore Anak dan membuat anak-anak merasa kecewa.
Rosmalawati Burhan Kepala Rumah Sejahtera Darussa’adah, Banda Aceh
