Lebih Obyektif Dibanding SMS
- Isi Komentar
Artikel di Kompas, Minggu (6/4), ”Fasisme Media dalam Demokrasi SMS” oleh Bapak F Budi Hardiman, staf pengajar STF Driyarkara, perlu diklarifikasi. Kami menyesalkan atas ketidakjelian penulis dalam mengamati program acara ”Mamamia” dan ”Stardut” yang ditayangkan Indosiar, sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru.
Tulisan dimaksud terkesan menyamaratakan program ”Mamamia” dan ”Stardut” dengan program reality show lainnya yang menggunakan >small 2
Penggunaan juri vote lock merupakan terobosan baru yang dilakukan Indosiar dalam memilih dan mengeliminasi peserta ”Mamamia” dan ”Stardut”. Sistem ini kami anggap lebih obyektif dibandingkan dengan sistem SMS, karena satu orang hanya berhak satu suara (one man one vote).
Gufroni Sakaril Humas Indosiar
