Kredit Tanpa Agunan Menjebak Nasabah
- Isi Komentar
Pada awal bulan Mei 2008, saya membutuhkan dana untuk suatu
keperluan. Saya mengajukan kredit tanpa agunan sebesar Rp 8 juta dengan
masa angsuran 24 bulan ke HSBC. Oleh anggota staf HSBC (Saudari Odhe)
saya diminta untuk mengajukan permohonan dana sebesar Rp 20 juta
dikarenakan limit kartu kredit saya (bukan HSBC) Rp 9 juta.
Dijelaskan,
pihak bank bisa mengucurkan dana sampai tiga kali lipat. Tapi, tetap
saya jelaskan hanya membutuhkan dana Rp 8 juta. Kemudian dijelaskan,
apabila bagian analisis kredit HSBC memverifikasi, sebutkan saja berapa
dana yang dibutuhkan. Sekitar dua hari setelah data saya serahkan,
pihak analisis kredit HSBC menelepon dan saat itu saya jelaskan dana
yang saya butuhkan hanya Rp 8 juta.
Betapa kaget karena pada
tanggal 10 Mei 2008 pihak HSBC telah mentransfer uang ke rekening saya
Rp 20 juta (dipotong Rp 300.000 untuk biaya administrasi dan provisi
bank). Tanggal 12 Mei 2008 saya telepon layanan pelanggan HSBC,
dikatakan butuh waktu dua minggu untuk investigasi dan hasilnya baru
diketahui akhir bulan Mei 2008. Pada akhir Mei 2008 saya menelepon
kembali ke layanan pelanggan dan dinyatakan bahwa percakapan per
telepon saya menyetujui minimal kredit sebesar Rp 20 juta.
Ini
adalah investigasi yang tidak fair dan kebohongan yang telah dilakukan
pihak HSBC kepada nasabah. Bagi saya yang hanya membutuhkan dana hanya
Rp 8 juta akan menjadi masalah karena harus membayar cicilan dan bunga
lebih besar, dan untuk membatalkan dikenakan berbagai biaya yang tentu
sangat tinggi.
Sutardi Jalan Flamboyan Raya Nomor 10, Ciputat, Tangerang
