Klarifikasi Berita ”Kompas”
- Isi Komentar
Berita yang berjudul ”TNI Jemput Paksa Petinggi KPA” yang dimuat di harian Kompas, 27 Oktober 2008 di halaman 15, sesungguhnya adalah peristiwa yang telah terjadi satu bulan lalu (28 September 2008) dan telah diberitakan oleh wartawan Kompas di harian yang sama dengan judul ”TNI Gerebek Rumah Anggota KPA, FKK Protes” pada tanggal 30 September 2008.
Dalam pemberitaan tersebut tertulis, ”Kepala Penerangan Kodam IM Mayor (CAJ) Dudi Dzulfadli ketika dihubungi Minggu (26/10) malam …”, padahal pada kenyataannya, saya tidak pernah dihubungi oleh wartawan Kompas pada Minggu malam tanggal 26 Oktober 2008.
Saya yang disinggung-singgung secara tidak benar dan juga institusi TNI merasa dirugikan karena Kompas telah melakukan pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta. Kompas telah merekayasa berita tentang waktu kejadian peristiwa tersebut, seolah-olah terjadi saat ini (26 Oktober 2008), padahal peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 September 2008. Mayor (CAJ) Dudi Dzulfadli Kepala Pendam Iskandar Muda
Catatan Redaksi:
Memang benar peristiwa itu terjadi pada tanggal 28 September 2008. Itu sebabnya Kompas menulis ”… beberapa waktu lalu”. Adapun kalimat, ”… menghubungi Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Mayor (CAJ) Dudi Dzulfadli pada Minggu (26/10) malam”, itu keliru. Yang benar, komunikasi antara Kompas dan Mayor (CAJ) Dudi Dzulfadli berlangsung pada tanggal 29 September 2008, satu hari setelah peristiwa tersebut. Namun, karena kekeliruan penyuntingan (editing), berita itu termuat kembali dan tertulis bahwa komunikasi itu berlangsung 26 Oktober 2008. Kami mohon maaf kepada institusi TNI, khususnya Kepala Pendam Iskandar Muda Mayor (CAJ) Dudi Dzulfadli, atas terjadinya kekeliruan tersebut.
NB: Kami juga menerima surat senada dari Marsekal Muda Sagom Tamboen, Kepala Puspen TNI.
[ Sumber kompas ]
