Keluhan “Nelongso” terhadap Telkomsel
- Isi Komentar
Hampir bersamaan dengan rencana pemerintah menurunkan harga BBM, Telkomsel melakukan penurunan harga yang cukup signifikan. Pemberitahuan kepada kalangan pedagang juga terjadi, tetapi waktunya sangat singkat. Sekitar 1 November 2008, informasi penurunan tersebut diterima dan 5 November 2008 para pedagang dan pemilik outlet sudah memperoleh harga tebus baru.
Secara keseluruhan, harusnya penurunan harga tebus tersebut ditanggapi dengan riang gembira, karena akan berdampak langsung kepada harga beli masyarakat yang tentunya mengalami penurunan. Dengan demikian, gairah pasar terhadap Telkomsel tetap terjaga dan kalau bisa kembali meningkat.
Akan tetapi, penurunan yang nyaris mendekati serta-merta atau mendadak ini, tidak direspons secara sama gembira rianya oleh elemen yang berkepentingan. Salah satunya adalah kami. Sebagai salah satu subdealer (SD) dari dealer resmi Telkomsel, waktu yang sedemikian singkat membuat stok harga lama kami tidak bisa dilepas. Dengan kondisi harga baru sudah ditebus, tentunya stok lama tersebut harus mengikuti nilai harga baru?
Sebagai informasi saja pada saat harga tebus baru diluncurkan, stok lama kami masih berjumlah sekitar 50.000 unit, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 31,5 juta.
Terhadap nasib stok kami dan kerugian yang dialami secara berjenjang, pernah kami pertanyakan kepada dealer kami. Dari jawaban mereka yang kami peroleh adalah tidak ada petunjuk dari Telkomsel, terhadap kerugian yang dialami para mitra dealer.
Kami berkeyakinan bahwa kondisi nelongso seperti ini, tidak kami saja yang mengalami. Beberapa teman juga mengeluhkan hal yang sama, tetapi karena tidak paham atau tidak punya jalur untuk menyampaikan kegalauan hatinya, persoalan yang dialami akhirnya hanya menjadi omelan atau ngedumel.
Melihat kepada tata cara transaksi yang berlaku selama ini, dan sebagai contohnya, satu transaksi saja lintas regional, Telkomsel dapat mengetahuinya, tentunya dengan kecanggihan teknologi IT yang dimiliki Telkomsel, tahu betul berapa jumlah unit yang masih beredar dan belum terserap ke nomor-nomor pelanggan.
Dalam pemikiran kami, kondisi yang terjadi di lapangan harus diketahui oleh Telkomsel. Pesan penderitaan ini harus masuk dibaca dan direspons oleh salah satu instrumen manajemen yang berwenang. Mudah-mudahan Telkomsel mempunyai solusi yang tepat. Kasihan kami dan kasihan teman-teman pedagang pulsa, rata-rata mereka semua dari kalangan pemodal pas-pasan.
Syauqi
Pemilik Outlet SN Cell
Jln. Sarimanah II No. 1
Blok 9 Sarijadi Bandung
Telf. 081322609090
Sumber : [ pikiran-rakyat ]











