Mar 31 2008

Siapa Bisa Usir Kelelawar di Sekolah Kami?

SAYA adalah Kepala Sekolah di SDN Kiangroke III Banjaran-Bandung, yang terletak di pinggir Jalan Raya yang menghubungkan Kec. Banjaran dan Kec. Pangalengan. Sekolah kami berdiri sejak 1986 dan merupakan SD Inpres pertama di Kec. Banjaran yang berlantai dua.
Bila dilihat dari luar, sekolah kami kelihatan megah dan asri. Tak ada yang menduga, kalau di dalamnya terdapat “penyakit” menahun yang tidak kunjung “sembuh”.

Entah sejak kapan secara pasti mulainya dan apa sebabnya, atap sekolah kami dihuni binatang kelelawar (lalai). Populasinya berkembang dengan cepat dan sampai sekarang sudah berjumlah berapa ribu ekor.
Setiap hari kami “dihibur” dengan suara “ricit” di atap dan “disuguhi” bau tidak sedap yang menyengat hidung dari kotoran kelelawar tersebut. Keadaan ini sangat mengganggu konsentrasi belajar anak dan mengganggu kesehatan pernapasan kami, guru, dan siswa. Terlebih pada musim hujan mungkin karena basah, baunya bertambah lagi. Bahkan, bukan sekali dua kali internit ambrol menimpa kelas, karena terlalu berat menahan kotoran tersebut dan pernah juga menimpa siswa yang sedang belajar. Kami khawatir, suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan dan berakibat fatal bagi siswa.

Selama ini, kami tidak tinggal diam berbagai upaya telah dilakukan secara swadaya. Di antaranya:
1. Tahun 2001, kami membersihkan kotoran kelelawar dari atap, sampai terkumpul 25 karung lebih. Oleh masyarakat digunakan untuk pupuk.
2. Memasang lampu pijar yang sangat terang di atap baik siang maupun malam, dengan harapan “mereka” akan merasa enggan tinggal di tempat yang terang, serta mengganti beberapa genting dengan kaca dengan harapan yang sama.
3. Beberapa kali dilakukan fogging (pengasapan).
4. Bahkan, atas saran dari berbagai pihak kami memanggil ustaz dan “orang pintar”, untuk mengusir/memindahkan kelelawar itu dari atap sekolah kami, ke tempat yang tidak menganggu aktivitas manusia. Tapi, semua usaha itu tidak ada hasilnya atau hanya beberapa saat saja pergi, lalu datang lagi membawa “pasukan” yang lebih banyak.

Ada yang menyarankan agar atap/internitnya dihilangkan saja. Tapi, dari mana kami punya dana sebanyak itu? Untuk meminta bantuan dari orang tua siswa, tidak tega. Karena, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah dirasakan berat.
Melalui Surat Pembaca ini, kami mengetuk hati pihak yang berwenang atau siapa saja yang peduli pada persoalan ini, untuk mengulurkan tangan membantu meringankan “penderitaan” kami, apa pun bentuknya.

Kepada Redaksi “PR” saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Semoga “PR” tetap menjadi pilihan pembaca yang cerdas.

Hj. Siti Sugesti, S.Pd.
Kepsek SDN Kiangroke
Banjaran, Bandung

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Ratna Damayanti Jajal Dunia Tarik Suara
Ratna Damayanti yang juga istri Rizki The Titans, mengaku tengah terlibat dalam pembuatan album grup musik pendatang baru, Hey Hoo. Bukan sekedar menjajal kemampuan vokalnya, Ratna juga menempati posisi sebagai manajer band tersebut.
Wed, 31 Dec 2008 23:14:00 +0700

Rahma Azhari: Saya Nggak Terima Ucapan Roy Suryo
Artis cantik Rahma Azhari telah resmi melaporkan pakar telematika Roy Suryo ke polisi. Rahma mengaku sangat tersakiti dengan komentar-komentar pria asal Yogyakarta itu yang telah menghakimi dirinya dan keluarganya secara sepihak.
Wed, 31 Dec 2008 22:18:00 +0700

Rahma Azhari Polisikan Roy Suryo
Hilang sudah kesabaran artis seksi Rahma Azhari. Di penghujung tahun 2008 kemarin, dengan didampingi kuasa hukumnya Farhat Abbas, wanita yang foto bugilnya beredar luas itu melaporkan pakar telematika, Roy Suryo ke Mabes Polri. Rahma merasa nama baiknya dicemarkan dan mantan istri Rauf Diah itu menjeratnya dengan tiga pasal sekaligus.
Wed, 31 Dec 2008 21:05:00 +0700

Titiek Puspa: Saya Dibayar Ratusan Miliar!
Sebagai artis senior yang memiliki segudang pengalaman, pantas rasanya jika Titik Puspa mendapat bayaran yang sangat besar. Lalu, untuk pergantian tahun ini, berapa ia akan dibayar?
Wed, 31 Dec 2008 19:06:00 +0700