Kami Diperlakukan tidak Adil
- Komentar
SAYA dan teman-teman yang pernah bekerja untuk PT DSM (authorized agency dari Citibank Bandung) menyatakan kekecewaan kami atas perlakuan para leader kami. Selama ini kami sudah memberikan kontribusi yang amat besar bagi kemajuan tim mereka, tetapi balasan yang kami terima amat mengecewakan. Pihak PT DSM sendiri mulai 1 September 2008, mewajibkan kami bekerja dari pukul 9.00 WIB dan kami sudah melaksanakan kewajiban tersebut. Namun, kami tidak mendapatkan kompensasi yang setimpal karena kehadiran/absensi kami tidak dibayar, yang dibayarkan hanya komisi dari poin/account yang kami peroleh (seperti halnya freelancer yang tidak memiliki jam kerja khusus.
Pada saat kami membahas hal ini, mereka bukannya membantu memperjuangkan kami justru malah ikut menekan kami. Mungkin karena selama ini mereka selalu berpikir ada account sedikit atau banyak mereka tetap dibayar sehingga tidak punya empati dan lupa bahwa kami juga memberikan kontribusi dan “membesarkan” nama-nama mereka.
Mereka lupa kalau untuk memperoleh satu account saja kami harus berjuang keras, kehujanan, kepanasan, kadang-kadang harus ke luar kota dengan biaya sendiri dan tanpa jaminan asuransi dari mana pun. Selama ini kami tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut kalau kompensasinya sesuai. Akan tetapi, dengan kondisi seperti ini dan perlakuan para leader, kami menyesal telah memberikan kontribusi untuk mereka.
Apakah seperti ini seharusnya seorang SM memperlakukan timnya? Tanpa rasa terima kasih, bahkan dengan kasarnya mengatakan lebih baik kami keluar dari pada “ngariweuhkeun”. Tidak bisakah sesekali memperlakukan kami sebagai manusia, bukan hanya menilai kami dari jumlah account yang bisa kami berikan? Semoga hasil kerja keras kami selama ini memberikan berkah bagi mereka dan keluarga dan bisa membantu SM kami mencapai posisi “GM” yang selama ini diimpikannya dan semoga kami bisa “mengikhlaskannya”. Kalau kami keras dan kasar itu hanya respons atas perlakuan mereka yang kurang ajar. Untuk PT Dikraa dan Citibank, ada baiknya untuk mengkaji semua kebijakan sebelum menerapkannya, jangan hanya menghitung berapa besar laba yang bisa diperoleh perusahaan karena Anda menggunakan tenaga manusia bukan mesin atau binatang. Untuk Redaksi “PR”, terima kasih atas dimuatnya surat ini.
Erna Nilawati
Jln. Antapani 21
RT 003 RW 011 Kel. Antapani Kidul
Bandung
Telf. ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
022-70452803![]()
1 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
dinda bilang:
sabar mbak…
lebih baik cabut segera dari perush kayak gitu..
cari yang lebih baik..
yang normal ngalah…November 26th, 2008 di 2:06 pm

