Janji Hotel Mercure Ancol
- Isi Komentar
Beberapa bulan lalu (November 2007) besan saya mengadakan pesta perkawinan anaknya di hotel berbintang Mercure Ancol, Jakarta Utara, dengan memesan makanan paling mahal yang ditawarkan oleh pihak hotel tersebut. Pada waktu mencicipi makanan (test food), pihak dari keluarga saya juga diundang dan menyatakan setuju.
Tepat di hari H, pada waktu resepsi berlangsung, betapa kecewanya saya karena yang terhidang sama sekali lain dengan saat test food, bahkan seperti masakan yang sudah lama dimasak/disimpan sehingga sudah tidak segar untuk dinikmati. Itu terlihat dari sayuran yang sudah berubah warna dan layu, juga daging, udang, terlebih cumi-cumi yang mengeras seperti karet.
Saya selaku tamu besan merasa kecewa dan dipermalukan. Jauh-jauh datang dari Semarang hanya disuguhi makanan yang, baik rasa maupun penampilan, jauh dari rasa pada saat test food. Belum lagi cemoohan dari para famili yang mengatakan, ”Lagaknya aja pesta di Jakarta di hotel bintang Mercure, tetapi makanannya masih jauh lebih enak di kaki lima.”
Sangat membuat malu karena selesai menghadiri pesta, para famili jajan di luar hotel. Kebetulan dari pihak saya dan besan juga menginap di hotel tersebut. Pengalaman itu membuat saya sangat kecewa dengan pelayanan hotel berbintang sekelas Mercure yang konon kokinya bertaraf internasional. Bahkan, sampai saat ini ada beberapa famili yang masih mencela.
Joyce Hadirahardjo Jalan Rejomulyo V/3, Semarang
