Isi Paket Lewat Pos Hilang
- 3 Komentar
Pada tanggal 14 Maret 2008, saya ke Kantor Pos Depok Timur di Jalan Kerinci Raya, Depok, bermaksud mengambil titipan paket dari Jepang. Sebelumnya, menurut pegawai pos yang mengantar paket tersebut, paket itu sudah dua kali dikirim ke rumah, tetapi rumah dalam keadaan kosong sehingga dibawa lagi ke kantor pos.
Paket saya ambil sendiri dan tidak langsung dibuka di kantor pos, tetapi saya buka di perjalanan pulang ke rumah. Namun, alangkah terkejutnya saya, ternyata isi paket berupa jam tangan merek Benetton dalam dus tidak ada.
Yang membuat saya curiga, amplop di luar masih tertutup rapi. Namun, setelah dibuka kelihatan bahwa amplop tersebut sudah pernah dibuka, kemudian dilem dan ditutup lagi. Anehnya lagi, kertas kado pembungkus kotak jam di dalam amplop tersebut sudah terbuka dan setelah dilihat, di dalamnya sudah tidak ada jam dimaksud.
Saya langsung kembali ke kantor pos dan melaporkan untuk menanyakan keberadaan isi paket, apakah hilang di kantor pos, Bea dan Cukai, atau di mana. Menurut penjelasan pegawai pos (Bapak Rizal), isi paket kemungkinan hilang di Bea dan Cukai, tidak mungkin hilang di kantor pos. Atas kejadian itu, saya membuat berita acara kehilangan yang ditembuskan kepada Bea dan Cukai dan disuruh menunggu kabar dari kantor pos.
Tanggal 17 Maret 2008, saya mencoba mengonfirmasi kembali, tetapi jawaban dari kantor pos (Bapak Yono) agar saya menunggu kabar dua hari lagi. Pada tanggal 24 Maret 2008, saya mencoba lagi, ternyata dari pihak kantor pos belum juga memproses berita acara yang saya buat.
Saya pesimistis paket itu bisa kembali karena tidak pernah tahu hilang di mana barang tersebut, sedangkan kantor pos tidak bisa menindaklanjuti. Kejadian ini membuat saya tidak percaya lagi menggunakan jasa pelayanan kantor pos.
YENNY OCTAVIANA Kompleks Kopassus Pelita II Sukatani, Cimanggis, Depok
3 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
ME bilang:
Saya juga pernah mengalami hal yang sama,karena pada waktu itu mepet sekali dengan lebaran , jadi saya coba mengirim melalui ekspedisi yang saya rasa cepat dan awalnya saya percaya,karena tidak ada pilihan lain,saya mengirim barang tujuan ambon melalui PT. POS Logistik,yang saya kemas dalam 1 buah dus dan berisi 2 buah item dan 1 buah surat tanda terima.ketika barang sampai tujuan,1 buah surat tanda terima dan 1 item(bentuk nya kecil mirip spt Flashdisk yang fungsinya spt modem) tersebut hilang tidak ada jejak dan memang seperti nya surat tanda terima yang didalam dus sengaja dihilangkan untuk menghilangkan jejak,saya sempat konfirmasi ke Pihak POS Logistik ditangerang dan pos ambon,tetapi tidak ada jawaban yang meyakinkan seperti lepas tangan atau lepas tanggung jawab,wong isi dus nya ada 3 item kenapa yang sampai hanya 1 item yang ukuran nya agak besar yang selamat sampai tujuan,yang ukuran nya kecil dan 1 item yg mudah di musnahkan hilang gak tau kemana(ketawan kan yang orang jujur dan tidak jujur),Coba tolong PT POS pegawai nya di pilih2 orang yang jujur , bukan cuma pinter saja(gak tau pinter ngomong apa pinter ngibul).
October 29th, 2008 di 1:08 pm -
lazio bilang:
Di kantor pos Tebet Barat ada oknum layanan EMS (Bpk Parno) yang suka naikin ongkos sembarangan tuh. Caranya, berat paket sengaja dinaikkan misalnya dari 240rb ke 260rb (tarif diatas 250g lebih mahal dibandingkan dibawah 250g). Kalo di komplain, dia berkilah dollar sudah naik. Padahal sy tahu persis timbangannya tidak segitu, karena sy sendiri nimbang di rumah. Tentu saja sy harus membayar lebih dari seharusnya, tidak sesuai dgn tarif resmi EMS yg ada di http://www.posindonesia.co.id itu. Selisihnya tidak tanggung2x, bisa Rp 100rb an per paket. Bayangkan berapa keuntungan Pak Parno dgn modus kayak gini. Korupsi model begini udah lama terjadi dan tampaknya Pak Parno ini bisa survive karena hingga saat ini tidak ada customer yg seteliti seperti saya (crosscheck berat dan tarif dgn tabel yg ada).
October 29th, 2008 di 4:02 pm -
Pacamat bilang:
Untuk Sdr. Lazio.. terimakasih banyak lho buat informasi dan himbauannya. Hal seperti itu memang sangat merugikan dan yang lebih mengerikan lagi..sepertinya tindakan korupsi itu sudah menjadi budaya di Indonesia,yang dilakukan oleh berbagai kalangan dan dari jumlah uang yang sedikit..sampai milyaran rupiah.
October 30th, 2008 di 9:37 pm
