Ibu Lansia Sakit, Telantar di Landasan Pesawat
- Isi Komentar
Saya harus mengantar ibu yang sudah lansia dan sakit untuk berobat ke Jakarta. Tertarik promo Lion Air bahwa armadanya mempunyai 178 pesawat terbang terbaru Boeing 737-900 ER, saya memutuskan menggunakan Lion Air. Tanggal 3 Juli 2008 membeli tiket Lion Air jurusan Surabaya-Jakarta untuk penerbangan tanggal 8 Juli 2008 pukul 13.50 (JT 577).
Pada waktu check in diberi tahu ada keterlambatan lebih dari 60 menit, lalu ditawarkan untuk ganti penerbangan yang lebih cepat dan kemudian diberikan boarding pass (kursi 36 C/D/E/F dengan pesawat nomor IW8977). Karena ibu dalam keadaan sakit, saya minta disediakan kursi roda dan diantar staf Lion Air ke ruang tunggu Gerbang 4. Pada waktu lapor ulang, saya sangat terkejut ternyata dipindahkan ke penerbangan lain, yaitu Wing Air.
Kemudian diberikan kompensasi nasi bungkus dan ketika sedang makan datang petugas yang minta kursi roda yang sedang diduduki ibu dan diminta tanda tangan surat pernyataan untuk memakai kursi roda setibanya di Jakarta. Saat masuk pesawat mesti bersitegang dengan petugas karena tidak ada kursi roda, dan ternyata pesawatnya bukan pesawat baru seperti yang dijanjikan.
Ketika mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, kami harus menunggu kursi roda sampai penumpang semua turun dan pilot serta awak kabin yang baru datang lalu saya diusir dengan alasan pesawat akan terbang lagi. Kami disuruh turun menunggu di landasan pesawat di tengah terik sinar matahari dan mobil yang lalu lalang.
Sementara awak kabin dan petugas RAMP saling lempar tanggung jawab masalah kursi roda. Karena keadaan ibu yang lemah, saya tuntun berjalan cukup jauh, tanpa ada pertolongan dari petugas. Sampai saat ini ibu saya masih trauma dan saya kecewa dengan perlakuan Lion Air.
Paulus Luhur PTB Duren Sawit O3/2, Jakarta Timur
