Hati-hati Mengisi Aplikasi Kartu HSBC
- Isi Komentar
Saya mengisi aplikasi kartu kredit HSBC tahun 2004. Tidak disetujui.
Sekarang, saat mengajukan KPR di salah satu bank, baru saya tahu kalau
data saya telah disalahgunakan dan tercatat black list di Bank
Indonesia karena disebut mempunyai tunggakan lebih dari Rp 5 juta.
Saya
menghubungi telepon layanan pelanggan HSBC dan disarankan datang ke
tempat pembayaran di Menara Mulia, Jakarta. Karena saya tidak punya
kartu kredit HSBC, layanan pelanggan minta saya membuat pernyataan di
atas meterai dan akan ada tim investigasi untuk menghubungi saya.
Tim
tak pernah datang. Lalu, saya coba cari informasi langsung ke BI. Pihak
Bank memberikan cetakan debitur macet atas nama saya. Di situ tercantum
nama dan nomor KTP saya, tetapi alamat rumah dan kelurahan beda.
Berbekal
itu saya ke HSBC yang di WTC Jalan Sudirman. Di situ saya ditanyai nama
ibu kandung dan tempat saya bekerja. Ternyata kedua data itu berbeda
antara yang dicatat HSBC Menara Mulia dan HSBC WTC Sudirman.
Saya
tanya kok bisa beda. Jawaban layanan pelanggan HSBC WTC Sudirman:
”Karena komputernya beda.” Jawaban yang tak masuk akal di zaman online
ini dari sebuah bank internasional.
Apakah data saya
disalahgunakan oleh orang di dalam HSBC sendiri? Apakah HSBC tidak bisa
menjaga data dari pelamar yang ditolak? Saya sangat kecewa dengan
penyalahgunaan data yang merusak nama baik saya. Saya minta HSBC
menjelaskan.
Kartikawati Kampung Bugis RT 015 RW 004, Kemayoran, Jakarta
