Oct 9 2008

Gasibu, Copet, dan Ketidakpedulian

SEBELUMNYA saya mengucapkan terima kasih pada Redaksi Pikiran Rakyat yang telah memuat surat ini.

Minggu tanggal 28 September 2008 lalu sekitar pukul 11.00 WIB keluarga kami tertimpa musibah saat kami berbelanja di Gasibu. Setiba kami di sana, selalu ada dua orang yaitu 1 laki-laki dan 1 perempuan yang mengikuti kami. Belum juga 1 jam, saat adik saya melihat-lihat barang, ada tangan yang mau mencoba mengambil HP dari saku celana, namun tangan tersebut berhasil diimpit dan dia pun langsung kabur. Ketika kejadian, mama saya berada persis di depan. Saat itu kami langsung menghampiri mama dan mengatakan bahwa ada pencopet, namun yang terjadi tas selendang mama kami malah dirobek dan semua barang berharga berupa HP, uang, dan surat-surat penting lainnya hilang dicopet. Kami curiga pada dua orang tadi yang sempat mau mengambil HP adik saya. Adik perempuan saya pun penasaran dan terus mencoba mengejarnya.

Pada saat putus asa, adik saya yang memang sempat melihat wajah pencopet berhasil menemukan pencopet perempuan, saat itu terjadi saling kejar dan baku hantam, malah datang tiga orang laki-laki kawanan pencopetnya dan yang perempuan langsung menghilang. Saat itu kami berteriak minta tolong “copet”, tetapi tidak ada satu orang pun masyarakat yang berkerumun di lokasi itu mau menolong kami. Mereka malah bengong tanpa menghiraukan bahwa kami dikeroyok, sehingga tangan adik saya terluka. Kemudian pencopet tersebut melarikan diri.

Kejadian tersebut terjadi persis di depan perempatan lampu merah dekat PT Telkom. Setelah itu kami melaporkan kejadian tersebut pada posko Lebaran yang berada di depan Gedung Sate. Ternyata sebelum kami sudah ada korban lain dari pencopet itu yang kehilangan uang senilai Rp 6.000.000,00, Rp 1.650.000,00, dan lainnya.

Mohon perhatian pada masyarakat agar selalu berhati-hati di saat berbelanja. Bukalah pintu hati nurani Anda khususnya bagi masyarakat yang melihat kejadian tersebut agar mau menolong saudara Anda ketika kesulitan, untuk saling membantu bukan diam menonton saja. Kepada aparat kepolisian agar lebih meningkatkan lagi kinerja dalam mengayomi masyarakat, memberikan keamanan, dan kenyamanan.

Kepada komplotan pencopet agar diberikan hidayah oleh Allah SWT untuk kembali kepada jalan yang benar, dan ingat bahwa yang hak itu adalah yang halal. Ingat hukum Allah SWT tengah menanti Anda di akhirat kelak! Kami sangat mengingat wajah Anda para pencopet.

Sisca Lestari
Jln. Sekepeer No 44 RT 02 RW 03
Kelurahan Sindangjaya
Kec. Mandalajati Bandung

[ Sumber Pikiran Rakyat ]

TAGS: ,

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Ratna Damayanti Jajal Dunia Tarik Suara
Ratna Damayanti yang juga istri Rizki The Titans, mengaku tengah terlibat dalam pembuatan album grup musik pendatang baru, Hey Hoo. Bukan sekedar menjajal kemampuan vokalnya, Ratna juga menempati posisi sebagai manajer band tersebut.
Wed, 31 Dec 2008 23:14:00 +0700

Rahma Azhari: Saya Nggak Terima Ucapan Roy Suryo
Artis cantik Rahma Azhari telah resmi melaporkan pakar telematika Roy Suryo ke polisi. Rahma mengaku sangat tersakiti dengan komentar-komentar pria asal Yogyakarta itu yang telah menghakimi dirinya dan keluarganya secara sepihak.
Wed, 31 Dec 2008 22:18:00 +0700

Rahma Azhari Polisikan Roy Suryo
Hilang sudah kesabaran artis seksi Rahma Azhari. Di penghujung tahun 2008 kemarin, dengan didampingi kuasa hukumnya Farhat Abbas, wanita yang foto bugilnya beredar luas itu melaporkan pakar telematika, Roy Suryo ke Mabes Polri. Rahma merasa nama baiknya dicemarkan dan mantan istri Rauf Diah itu menjeratnya dengan tiga pasal sekaligus.
Wed, 31 Dec 2008 21:05:00 +0700

Titiek Puspa: Saya Dibayar Ratusan Miliar!
Sebagai artis senior yang memiliki segudang pengalaman, pantas rasanya jika Titik Puspa mendapat bayaran yang sangat besar. Lalu, untuk pergantian tahun ini, berapa ia akan dibayar?
Wed, 31 Dec 2008 19:06:00 +0700