Gasibu, Copet, dan Ketidakpedulian
- Isi Komentar
SEBELUMNYA saya mengucapkan terima kasih pada Redaksi Pikiran Rakyat yang telah memuat surat ini.
Minggu tanggal 28 September 2008 lalu sekitar pukul 11.00 WIB keluarga kami tertimpa musibah saat kami berbelanja di Gasibu. Setiba kami di sana, selalu ada dua orang yaitu 1 laki-laki dan 1 perempuan yang mengikuti kami. Belum juga 1 jam, saat adik saya melihat-lihat barang, ada tangan yang mau mencoba mengambil HP dari saku celana, namun tangan tersebut berhasil diimpit dan dia pun langsung kabur. Ketika kejadian, mama saya berada persis di depan. Saat itu kami langsung menghampiri mama dan mengatakan bahwa ada pencopet, namun yang terjadi tas selendang mama kami malah dirobek dan semua barang berharga berupa HP, uang, dan surat-surat penting lainnya hilang dicopet. Kami curiga pada dua orang tadi yang sempat mau mengambil HP adik saya. Adik perempuan saya pun penasaran dan terus mencoba mengejarnya.
Pada saat putus asa, adik saya yang memang sempat melihat wajah pencopet berhasil menemukan pencopet perempuan, saat itu terjadi saling kejar dan baku hantam, malah datang tiga orang laki-laki kawanan pencopetnya dan yang perempuan langsung menghilang. Saat itu kami berteriak minta tolong “copet”, tetapi tidak ada satu orang pun masyarakat yang berkerumun di lokasi itu mau menolong kami. Mereka malah bengong tanpa menghiraukan bahwa kami dikeroyok, sehingga tangan adik saya terluka. Kemudian pencopet tersebut melarikan diri.
Kejadian tersebut terjadi persis di depan perempatan lampu merah dekat PT Telkom. Setelah itu kami melaporkan kejadian tersebut pada posko Lebaran yang berada di depan Gedung Sate. Ternyata sebelum kami sudah ada korban lain dari pencopet itu yang kehilangan uang senilai Rp 6.000.000,00, Rp 1.650.000,00, dan lainnya.
Mohon perhatian pada masyarakat agar selalu berhati-hati di saat berbelanja. Bukalah pintu hati nurani Anda khususnya bagi masyarakat yang melihat kejadian tersebut agar mau menolong saudara Anda ketika kesulitan, untuk saling membantu bukan diam menonton saja. Kepada aparat kepolisian agar lebih meningkatkan lagi kinerja dalam mengayomi masyarakat, memberikan keamanan, dan kenyamanan.
Kepada komplotan pencopet agar diberikan hidayah oleh Allah SWT untuk kembali kepada jalan yang benar, dan ingat bahwa yang hak itu adalah yang halal. Ingat hukum Allah SWT tengah menanti Anda di akhirat kelak! Kami sangat mengingat wajah Anda para pencopet.
Sisca Lestari
Jln. Sekepeer No 44 RT 02 RW 03
Kelurahan Sindangjaya
Kec. Mandalajati Bandung
[ Sumber Pikiran Rakyat ]
