Flexi di Bali Sedot Pulsa
- Isi Komentar
Tertarik dengan iklan kartu telepon seluler Flexi lokal untuk panggilan seluruh Bali, saya yang kebetulan kerjanya ada di beberapa tempat di Bali membeli kartu perdana Flexi Trendy. Awalnya tidak ada masalah, tetapi pada tanggal 7 Mei 2008 saya tidak bisa telepon jika menggunakan kode akses 01017 (sibuk terus) sehingga hari itu sama sekali tidak menggunakan Flexi. Kemudian seperti biasa setiap malam saya selalu cek pulsa, tetapi yang membuat saya terkejut pulsa berkurang sekitar Rp 4.000.
Begitu pula dengan nomor Flexi saya lainnya juga berkurang masing-masing sekitar Rp 4.000 dan sekitar Rp 8.000. Keesokan harinya saya telepon 147 (bicara dengan Saudari Yeni, layanan pelanggan Flexi) saya diminta untuk mencoba akses ke *95# untuk mengetahui tiga percakapan terakhir. Sudah saya jelaskan bahwa pulsa berkurang sekitar Rp 4.000 dari dua malam sebelumnya, padahal saya tidak bisa telepon keluar. Lebih parah lagi saat itu ternyata kode akses *95# pada hari itu sedang ada gangguan juga. Flexi benar-benar bukan telepon biasa, seperti slogan yang digembar-gemborkan lewat iklannya.
Mungkin jika dihitung kerugian saya tidak sampai Rp 20.000, tetapi coba bayangkan jika di Bali ada sektiar 150.000 pengguna Flexi yang mengalami hal serupa, berapa jumlah uang yang disedot secara paksa oleh Flexi Telkom? Jumlah itu akan membengkak dengan sangat hebat jika terjadi di seluruh Indonesia. Saya berharap ada badan yang berwenang yang bisa memeriksa hal ini sehingga di kemudian hari pelanggan tidak dirugikan.
Irwan Kusuma Jalan Sudirman, Negara, Bali
