Efektifkah “Busway” Versi Bandung?
- Isi Komentar
MENGINGAT rencana Pemerintah Kota Bandung yang akan mengoperasikan Trans Metro Bandung (TMB) sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Elang sampai Cibiru), masih terdapat banyak keraguan dalam masyarakat. Akankah busway versi Kota Bandung ini efektif untuk mengatasi kemacetan seperti pada awal pembangunannya? Apalagi, peluncuran TMB ini membutuhkan dana yang tentunya tidak sedikit. Dibutuhkan 25 jembatan penyeberangan orang (JPO), dengan satu JPO bisa menghabiskan dana 1 miliar rupiah. Dibutuhkan juga 25 selter bus sepanjang Jalan Soekarno-Hatta tersebut. Bisa diperkirakan berapa jumlah dana yang harus dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung hanya untuk (katanya) memenuhi dambaan masyarakat akan transportasi yang nyaman dan aman.
Jangan-jangan alih-alih memberikan transportasi nyaman untuk masyarakat, malah menambah masalah baru bagi masyarakat yaitu kemacetan yang semakin menjadi. Seperti yang terjadi pada busway di Jakarta, harapan awalnya yaitu para pemakai kendaraan pribadi akan beralih menggunakan busway. Namun yang terjadi, busway yang mempunyai jalur tersendiri itu malah mempersempit jalan dan akibatnya malah menambah kemacetan di Jakarta. Apalagi dalam pembangunan jalur dan selter-nya pun sempat sangat mengganggu kelancaran lalu lintas Jakarta.
Apakah Pemerintah Kota Bandung menyadari hal ini? Atau tertundanya peluncuran TMB disebabkan banyaknya hal teknis yang disadari pemkot belum bisa diselesaikan. Seperti pemindahan jalur TMB, dari tengah-tengah lajur, menjadi di pinggir. Bisa dipastikan bagaimana ruwetnya suasana jalan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Belum lagi banyaknya angkot di sepanjang jalan tersebut, sepeda motor, mobil-mobil pribadi dan bus Damri lama yang juga melewati trayek yang sama dengan TMB.
Konon pada bulan Desember ini, TMB akan diluncurkan. Diharapkan Pemkot Bandung menyadari akan hal ini dan segera melakukan pembenahan. Mungkin akan lebih baik jika Pemkot Bandung memperbaiki bus yang kondisinya sudah begitu menyedihkan lalu menertibkan angkot-angkot yang suka seenaknya. Daripada membuat program baru yang belum tentu dapat menjadi solusi akan masalah-masalah yang ada.
Kepada Redaksi Pikiran Rakyat, terima kasih atas dimuatnya surat ini. Semoga kelancaran serta kebersamaan bisa terus terjaga.
Adinda Rizka Tri A.
Jln. Cijawura Indah IV No. 10
Bandung 40287
Telf. 081321310487
[ Sumber : pikiran-rakyat ]
