Diteror Tukang Tagih Citibank
- Komentar
Saudara saya pemegang kartu kredit Citibank (4140 0920 1040 03xx, Lili Dewi Ningrum) menggunakan alamat kantor. Sekarang saudara saya itu sedang stres dan berada di Tasikmalaya. Pihak Citibank mengalihkan penagihan dari kantor ke rumah saya.
Setelah pihak kantornya melakukan PHK kepada saudara saya, Citibank terus menelepon rumah saya meski sudah dijelaskan bahwa ia tidak tinggal bersama saya lagi.
Pihak Citibank pernah mengirim surat konfirmasi dengan ancaman: ”agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan”. Keesokan harinya saya langsung konfirmasi ke Citibank dan memberitahu alamat lengkap saudara saya di Tasikmalaya. Namun, pihak Citibank tidak mau tahu dan terus menelepon saya sehingga konfirmasi dari saya percuma.
Sebulan kemudian datang tukang tagih dari Citibank ke rumah saya. Saya sudah memberi tahu alamat lengkap berikut nomor telepon saudara saya itu, tetapi tukang tagih tidak percaya dan tidak mau tahu. Saya yang tetap dikejar, padahal yang utang bukan saya.
Saya sangat kecewa dengan Citibank dan tukang tagihnya. Pihak penagih dari Citibank terus menawarkan damai dan memaksa untuk membayar uang damai untuk menghapus nama saudara saya dari alamat saya.
Pihak penagih tidak mau ke Tasikmalaya dengan alasan tidak ada ongkos dan malah meminta ongkos kepada saya untuk pergi ke Tasikmalaya. Tanggal 25 Oktober 2008, tukang tagih Citibank memaki-maki saya dengan bahasa tidak sopan dan sangat kasar yang menuduh saya menyembunyikan pengutang. Sukarso Budi Indah Jalan Semeru I Utara, Porisgaga, Tangerang
1 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
dd bilang:
kalo datang lagi telpon aja polisi, atau teriak aja ada rampok
November 19th, 2008 di 7:30 am
