Copet Berkeliaran di dalam Bus Transjakarta
- Isi Komentar
Pada hari Rabu, 18 Juni 2008 sekitar pukul 14.30, saya mengalami kecopetan di atas bus transjakarta jurusan Kota-Blok M.
Karena ada keperluan dari daerah Klender, saya pulang menuju Blok M menggunakan bus transjakarta dan naik dari Halte Tugas menuju Halte Transit Dukuh Atas II. Kemudian dilanjutkan menuju Blok M dengan Busway koridor I.
Saat naik dari Halte Dukuh Atas menuju Blok M, keadaan penumpang tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak sepi. Terdapat sekitar empat orang yang tidak memperoleh tempat duduk, termasuk saya. Setelah Halte Benhil, saya memperoleh tempat duduk pada posisi kursi nomor 2 sebelah kiri pintu masuk dan menjelang Halte Gerbang Pemuda Senayan (Ratu Plaza) bangku nomor 1 (samping kanan saya) kosong. Di bangku kosong itu kemudian duduk seorang laki-laki dengan badan tegap sambil membawa tas disimpan di atas paha/dipangku.
Begitu duduk, sikutnya digeser dan dilebarkan ke kiri seolah posisi bangkunya kurang lebar. Saya mengalah dan sedikit bergeser ke kiri untuk memberi kesempatan kepada laki-laki itu supaya duduknya nyaman. Saat itu, sudah kebiasaan, telepon seluler saya simpan pada ikat pinggang samping kanan, selanjutnya menjelang Halte Masjid Al-Azhar orang di samping kanan saya masih duduk, tetapi begitu bus berhenti dan pintunya dibuka, orang itu mendadak berdiri dan turun di Halte Masjid Al-Azhar.
Setelah beberapa saat, bus pun meninggalkan Halte Masjid Al-Azhar. Saya berdiri dengan maksud mau menelepon montir yang sedang memperbaiki mobil, tetapi begitu dirogoh, ponsel saya tinggal sarung. Baru saya sadari bahwa orang yang duduk di samping kanan saya dengan perilaku aneh ternyata telah mencopet ponsel saya dan kemungkinan dia sudah terbiasa mengincar ponsel orang-orang yang disimpan di ikat pinggang.
Rupanya menggunakan transportasi umum di Jakarta jangankan memperoleh kenyamanan, sekadar ingin mendapat aman saja masih sebatas angan-angan.
UNDANG SOEPENDY Tanjung Mas Raya B5, Tanjung Barat, Jakarta Selatan
