Cerpen Danarto Dobel
- Komentar
Saya kaget membaca Cerpen di Kompas, 22 Juni 2008 berjudul ”Bengawan
Solo” oleh Danarto. Cerpen itu bagus, tetapi sayang seminggu sebelumnya
saya sudah membaca cerpen dengan penulis yang sama di Indo Pos halaman
20, hari Minggu, 15 Juni 2008.
Nama Danarto sudah tidak asing di
Kompas karena cerpennya sering dimuat, bahkan salah satu cerpennya
pernah terpilih sebagai cerpen terbagus dalam kumpulan cerpen Kompas
yang telah dibukukan.
Saya heran dengan pemuatan cerpen yang
dobel ini karena jarak antara cerpen satu dan lainnya seminggu. Mengapa
bisa demikian? Apakah Danarto tidak melakukan komunikasi dengan Kompas?
Dan apakah redaksi Kompas tidak melakukan observasi dengan
cerpen-cerpen di media lain? Kalau cerpen dobel itu ditulis oleh ”orang
baru”, saya bisa maklum, tetapi untuk sekelas Danarto?
Yohanes Supriyanto Jalan Puskesmas Nomor 2, Gandaria Selatan, Jakarta
1 Komentar di Artikel ini
Trackbacks
-
n mursidi bilang:
saya juga membaca keduanya. ini kadang kelalaian pihak media, karena aku juga pernah mengalami, ttp sering kali penulis dijadikan terdakwa…. (meski sy tidak memungkiri banyak penulis jg srg kali curang dan culas). tapi, tidak usah heran, terima aja dan baca aja!!!!
October 25th, 2008 di 12:55 pm
