Cara AIG Mencari Nasabah
- Isi Komentar
Sebagai orang awam, saya buta terhadap asuransi. Sekitar empat tahun lalu, ketika seorang petugas pemasaran PT AIG Life berkali-kali menawarkan dan meyakinkan manfaat asuransi, dengan dana yang sangat terbatas demi harapan jaminan kesehatan bagi dua anak yang masih kecil, saya mengambil produk Pundi Sehat untuk jangka tujuh tahun. Premi sebelumnya saya bayar tunai setiap tahun. Demi efisiensi, saya membayar lewat rekening tabungan di bank.
Pada tahun kedua saya kembali ditawari asuransi untuk dua anak saya dalam bentuk produk lain oleh petugas pemasaran AIG Life. Saya jelaskan, karena keterbatasan dana, saya sudah merasa cukup dengan apa yang sudah saya miliki.
Pada Agustus 2008 kembali saya dihubungi via telepon oleh petugas pemasaran AIG Life yang lain lagi (mengaku Kandi Sianipar). Dia menjelaskan bahwa produk yang saya punya sekarang sudah bisa dicairkan meski baru berjalan empat tahun.
Kesan saya: yang ditawarkan kepada saya jauh lebih baik dari produk yang sudah saya miliki meski sama-sama produk AIG Life. Untuk kemudahan, katanya, data tentang saya termasuk nomor rekening tabungan sudah ia miliki. Tanpa diduga, dengan bermodalkan pembicaraan sekilas itu, pada 18 September 2008 saya dikirimi dua polis untuk dua anak saya (Nomor 23979454 dan Nomor 2398576) lengkap ditandatangani oleh petugas pemasaran, Saudari Kandi Sianipar kode PMS 147101, beserta dua direksi PT AIG LIFE, Robert W Bush, dan Rudi Kamdani.
Merasa tidak pernah ada transaksi, saya berkali-kali menghubungi Saudara Kandi Sianipar, tetapi selalu dijawab tidak ada di tempat. Saya mencoba menghubungi petugas pemasaran. Ternyata mereka tidak saling kenal. Anehnya, meskipun mereka tidak saling kenal, data lengkap saya, anak saya, termasuk nomor rekening tabungan saya, bisa saling mereka miliki. Pada kedua polis itu tercantum nomor rekening tabungan saya. Mereka tentu sewaktu-waktu dapat menagih tanpa sepengetahuan saya. SUKARTINI Jalan Gondangdia Baru 70, Jatiwaringin, Bekasi
[ Sumber kompas ]










