BNI Mencemarkan Nama Baik
- Isi Komentar
Pada tanggal 9 Juli 2008, saya diberitahu kolega bahwa pada data perbankan nama saya tercantum sebagai pemegang kartu kredit BNI dengan status macet bersaldo Rp 3,6 juta. Saya kaget karena saat ini saya bukan sebagai pemegang kartu kredit BNI.
Saya memang pernah memiliki kartu kredit BNI sekitar tahun 2001 dan sudah melunasi tagihan serta menutup kartu tersebut pada tahun 2002 melalui pusat pemanggilan BNI meskipun saya kecewa harus melakukan pembayaran dua kali karena petugas pusat pemanggilan BNI salah memberi saldo terakhir untuk proses penutupan.
Berdasarkan informasi kolega itu, saya menghubungi pusat pemanggilan BNI (dilayani oleh Saudari Alia) yang menyarankan untuk menghubungi nomor lain di bagian yang menangani 6928105/ 6929579 pada jam kerja. Tanggal 10 Juli 2008, saya menghubungi nomor yang diberikan untuk konfirmasi kembali (diterima oleh Saudara Andre) yang meminta waktu satu hari untuk keperluan mentrasir data.
Pada tanggal 14 Juli 2008, saya kembali menghubungi, tetapi jawaban yang saya peroleh dengan nada arogan dan seolah-olah memang saya yang salah, petugas tersebut langsung menanyakan kapan akan menyelesaikan tagihan yang menurut dia sebesar Rp 4,3 juta.
Saya menyatakan keberatan karena memang tidak pernah memegang kartu kredit BNI dan saya meminta yang bersangkutan untuk mengirimkan rincian tagihan ke alamat saya, tetapi sampai saat ini tidak pernah saya terima. Beberapa bulan lalu saya pernah menerima surat konfirmasi aplikasi kartu kredit BNI, padahal saya tidak pernah melakukan aplikasi kartu kredit BNI.
Aneh karena sekian tahun saya tidak memegang kartu kredit dan tidak pernah ada tagihan atau surat pemberitahuan lain dikirimkan kepada saya, tetapi nama baik tercemar karena dianggap punya kredit macet kartu kredit BNI.
Wahyu Surahmat Jalan Cililin II, Petogogan, Jakarta Selatan
